Bannang-bannang: Eksistensi Kue Tradisonal Khas Sulawesi Selatan
Mulanya makanan ini hanya disajikan pada acara pernikahan saja sebagai simbol ikatan yang panjang dan tidak memiliki ujung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kue-Tradisional-Bannang-bannang.jpg)
Penulis: Ahmad Hayullah
(Mahasiswa UIN Alauddin Makasssar)
Salah satu kue tradisional khas Sulawesi yang masih terjaga eksistensinya hingga saat ini yaitu Bannang-bannang.
Kue ini dikenal dengan bahan sederhana serta proses pembuatannya yang mudah.
Bannang-bannang memiliki rasa yang manis dan tekstur yang renyah.
Beberapa daerah di Sulawesi Selatan memberi sebutan tersendiri untuk kue ini.
Suku Makassar menamainya Bannang-bannang sedangkan di Suku Bugis dikenal dengan sebutan Nennu-nennu’.
Nama Bannang-bannang diambil karena bentuknya yang seperti benang.
Mulanya makanan ini hanya disajikan pada acara pernikahan saja sebagai simbol ikatan yang panjang dan tidak memiliki ujung.
Berbahan pokok dari tepung terigu dan gula merah serta menggunakan alat sederhana.
Bannang-bannang telah menjadi salah satu kue tradisional yang bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah.
Salah satu pembuat kue Bannang-bannang, Dg Kami’ mengaku sudah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai pembuat dan penjual kue Bannang-bannang.
“Kalau alatnya bisa dari tempurung kelapa yang dilubangi kecil-kecil. Saya juga sudah menjalani profesi ini lebih dari 20 tahun sejak saya masih gadis,” ucapnya pada 17 November 2024.
Dg. Kami juga menjelaskan cara pembuatan Bannnang-bannang dari proses penggorengan hingga tahap pencelupan ke dalam gula merah.
“Awalnya adonan tepung itu kita goreng di atas minyak dengan api kecil. Adonannya itu dituang ke dalam minyak menggunakan alat khusus (tempurung kelapa yang diberi lubang kecil di beberapa titik),” ujarnya.
Setelah sudah terlihat agak keras, Bannang-bannang disisihkan kebagian tepi wajan untuk digulung sehingga berbentuk roll.
| Ratusan Jemaah Naqsabandiyah di Makassar Rayakan Idul Fitri Hari Ini Kamis |
|
|---|
| Mahasiswa Islam Sulselbar Desak Pemerintah Tarik Diri dari Board of Peace, Nilai Rugikan Kedaulatan |
|
|---|
| Nenek 82 Tahun di Gowa Nyaris Dirudapaksa Seorang Pria |
|
|---|
| Demo DOB Provinsi Luwu Raya, Jalan Trans Sulawesi di Perbatasan Wajo Ditutup Besok |
|
|---|
| Anak Habisi Nyawa Ibu Kandung di Bone Sulsel Diduga Sakit Jiwa |
|
|---|