Literasi Ulama
Beragama Secara Cerdas
Ayat ini memberikan informasi kepada kita untuk beramal dengan kualitas yang terbaik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu.jpg)
Buku ini sangat baik menjadi konsumsi atau bacaan dasar bagi para generasi muda maupun cendekiawan atau mubaligh muda hari ini.
Banyak muncul intelektual-intelektual muda hari ini dan punya wawasan yang luas tentang keilmuan Islam tapi disatu sisi, tidak diimbangi dengan akhlak yang baik. Itulah yang banyak terjadi hari ini, punya keilmuan yang mumpuni tapi minus akhlak.
Dalam konsep Al-Qur'an, ulama atau cendekiawan yang dibutuhkan sebagaimana yang terdapat dalam ayat "Ajaklah kejalan Tuhanmu, dengan hikmah, nasehat yang baik, dan argumentasi yang terbaik", tipe-tipe yang punya perkataan-perkataan yang hikmah atau kebijaksanaan, tidak keras, tidak melukai hati umat atau obyek dakwah, ada hikmah-hikmah yang membuat mudah diterima oleh masyarakat atau umat.
Kelanjutan ayat diatas adalah nasehat yang baik, ulama, Kyai, Ustadz, cendekiawan muslim adalah orang yang identik dengan perkataan-perkataan yang baik, orang yang menyatu dengan dirinya nasehat yang selalu mengajak kepada kebenaran, hikmah dan nasehat yang baik, dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena keduanya adalah dua hal yang sama arti dan pengertiannya, nasehat yang baik itu akan melahirkan hikmah atau kebijaksanaan, demikian juga dengan hikmah itu juga salah satu bentuk nasehat yang baik.
Disamping kedua bentuk komunikasi tersebut, juga hal yang sangat penting adalah argumentasi yang baik dan kuat. Ini juga perlu mendapat perhatian bagi para cendekiawan, ulama, para ustadz, muballigh untuk memperkuat dirinya dengan dasar-dasar filsafat atau ilmu logika.
Itu juga salah satu kelemahan para Da'i, mubaligh, ustadz yakni lemahnya daya berfikir atau logika dan dasar-dasar filsafat mereka tidak kuat sehingga mereka kurang dapat memberikan argumentasi atau menjawab persoalan umat yang semakin rumit. Itulah beberapa hal yang yang perlu dimiliki oleh para Da'i, muballigh dan ustadz, supaya dengan dasar tersebut dapat menjawab persoalan-persoalan umat yang selalu berkembang, sekaligus juga cara beragama secara cerdas.(*)