Rabu, 8 April 2026

Literasi Ulama

Beragama Secara Cerdas

Ayat ini memberikan  informasi kepada kita untuk beramal dengan kualitas yang terbaik. 

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Beragama Secara Cerdas
Facebook Ilham Sopu
Ilham Sopu 

Oleh : Ilham Sopu 

Ajaran agama menyuruh kita untuk beramal yang terbaik dihadapan Tuhan, dalam Al-Qur'an dikatakan "Dia yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa,Maha Pengampun".(QS.67.2).

Ayat ini memberikan  informasi kepada kita untuk beramal dengan kualitas yang terbaik. 

Secara kebahasaan,ayat diatas menggunakan kata "Ahsanu Amalaa" yang artinya amal yang terbaik. Nabi sudah memberikan keteladanan kepada kita, dengan ungkapan-ungkapan bijaknya. 

Nabi dikenal sebagai "Jamiul Kalimi", yang punya ungkapan yang singkat, mudah dipahami dan sarat dengan makna. Nabi punya retorika yang sangat bagus dalam menyampaikan pesan-pesan wahyu dan pesan kenabian.

Para sahabat Nabi adalah orang pertama menerima pesan-pesan dari Nabi, apakah itu berupa wahyu atau pesan berasal dari Nabi, berupa perkataan-perkataan Nabi yang disebut dengan hadist Nabi. 

Seluruh sahabat Nabi itu akan menjadi juru bicara Nabi, setelah Nabi wafat. Para sahabat berperan sebagai mediator wahyu dan sunnah Nabi kepada para generasi sesudah sahabat yakni para tabi'in.

Setelah tabi'in adalah tabi'in-tabi'in kemudian dilanjutkan ulama-ulama salaf atau ulama-ulama madzhab, kemudian sesudahnya yaitu zamannya Imam Al Gazali dan seterusnya, mereka inilah yang menjadi penerus para Nabi yang dikenal dengan "warasatul Ambiya".

Nabi dan para sahabat-sahabatnya telah memberikan keteladanan dalam beragama, baik yang berkaitan dengan ibadah yang berhubungan langsung kepada Tuhan atau ibadah mahdha maupun ibadah yang berkaitan dengan hubungan sosial diantara sesama manusia atau ibadah ghairu mahdha.

Dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama, Nabi dikenal punya retorika atau komunikasi yang menarik atau dalam istilah "jamiul kalimi", punya komunikasi yang singkat, padat, syarat dengan makna dan menarik, sehingga ajaran-ajaran atau pesan-pesan yang disampaikannya, mudah diterima oleh para sahabat.  
Retorika ala Nabi atau komunikasi ala Nabi ini, diadopsi oleh para sahabat. 

Salah satu sahabat yang punya bakat dalam ilmu retorika yang bagus adalah Ali bin Abi Thalib, salah satu kitab yang menghimpun perkataan-perkataan Ali adalah nahjul balanga atau puncak kefasihan, banyak ulama atau cendekiawan muslim maupun non muslim yang menjadikan kitab ini menjadi rujukan, para kyai di pesantren-pesantren tradisional maupun modern sampai ke kampus-kampus perguruan tinggi ternama menjadikan kitab ini sebagai bacaan utama.

Ali dimata Nabi punya tempat tersendiri, khususnya dibidang keilmuan, dia juga dikenal sebagai sahabat yang sangat cerdas.

Nabi pernah memujinya, dengan ungkapan "Ana madinatul ilmi wa Aliyyu babuha", Saya adalah pusatnya ilmu dan Ali sebagai pintu masuknya, perkataan Nabi ini punya arti yang sangat dalam khususnya dalam aspek keilmuan, Nabi memberi legitimasi atau pengakuan kepada Ali sebagai orang yang punya kapasitas dalam menterjemahkan keilmuan dari Nabi.

Ali adalah model kyai yang intelektual dan intelektual yang kyai, model seperti Ali ini adalah model yang sangat langka hari ini, Kita butuh warasatul anbiyaa seperti model Ali ini, Disamping punya komunikasi keilmuan yang mumpuni juga punya akhlak yang baik.

Prof Quraish Shihab salah satu ulama tafsir sekaligus cendekiawan muslim Indonesia yang punya banyak karya-karya intelektual dalam salah satu karyanya yakni "Yang hilang dari kita Akhlak", dalam karyanya ini Prof Quraish, banyak mengangkat tema-tema akhlak seperti akhlak-akhlak yang terpuji maupun akhlak yang tidak terpuji.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved