OPINI
Bebas Manggazali 'Bapak' Warga Mandar Tanpa Sekat Siap Jadi Tempat Curhat
Bebas Manggazali (seperti banyak dalam hasil survei) menjadi calon bupati yang paling populer dan memiliki keterpilihan paling tinggi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Bebas-Manggazali-saat-dilantik-menjadi-Ketua-DMDI-Polman.jpg)
Oleh: Andi Jalil Maulana
Forum Masyarakat Mandar
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Bebas Manggazali mendadak kian populer.
Di Polewali, Campalagian, Wonomulyo, dan banyak tempat lain, masyarakat ramai membicarakannya.
Padahal, Bebas Manggazali hanya menjalani kebiasaannya seperti biasa saja: bertemu banyak orang dan membantu sebisanya.
Hanya saja, mungkin saat ini harapan terhadap perbaikan nasib masyarakat Polewali Mandar (Polman) sedang tinggi-tingginya.
Bebas Manggazali (seperti banyak dalam hasil survei) menjadi calon bupati yang paling populer dan memiliki keterpilihan paling tinggi dibandingkan dengan calon lainnya (sejauh ini paling Dirga).
Baca juga: Inisiatif Bebas Manggazali, 4.149 Pengurus Rumah Ibadah di Polman Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Baca juga: Koalisi Indonesia Maju Bersama Bebas Manggazali Siap Menang di Pilkada Polman
Bebas membagikan bantuan sembako, membantu pembukaan rekening Pegawai Tidak Tetap (PTT), dan bahkan jaminan perlindungan tenaga kerja (BPJS Ketenagakerjaan) bagi Nelayan dan Petani. Ketiga hal tersebut, bagi Bebas, hal-hal mendasar yang perlu dimiliki masyarakat.
Sikap baik dan keberpihakan Bebas tentu bukan hanya kali ini saja.
Sebagian besar orang di Polman memang sudah mengenal kebaikan birokrat yang sudah mengabdi hampir 25 tahun tersebut.
Bebas adalah 'Bapak' warga Mandar yang sedia menerima curhat, keluh kesah dan harapan masyarakat.
Barangkali, calon Bupati Polman yang lain baru ingin bertindak baik, tetapi Bebas Manggazali sudah melakukannya sejak belasan tahun yang lain.
Dia mendatangi pasar, bergumul dengan nelayan dan ikut mencangkul sawah bersama para petani.
Jika demikian, kira-kira adakah Calon Pemimpin Polman yang melakukan hal sedemikian rupa? Saya jawab: "100 persen tidak ada,"
Siapa Andi Bebas
Bebas lahir di Polman, 8 Juni 1964. Pendidikan dasar hingga menengah atas (SMA 2 Polman 1984) dirampungkan di Polman.
Bebas lalu melanjutkan pendidikan strata satu agronomi di UMM Malang.
Besan Pj Sekda Sulsel Andi Arsjad Msi, adalah magister Tata Lingkungan dan Perkotaan di PPs Unhas (2012).
Selepas kuliah, Bebas diangkat jadi PNS di daerah konflik, Poso. "Saya hampir 20 tahun di Poso, mulai 1990 hingga 2020."
Kariernya dimulai di dinas perhubungan Pemkab Poso, Sulteng. Saat itu, Poso masih tenteram damai.
Saat konflik horizontal Poso pecah, akhir 1990-an hingga awal 2000, dia jadi pejabat fungsionaris di dinas pemukiman, prasarana dan wilayah.
Awal dekade 2000, Andi Bebas mutasi ke dinas Kimpraswil Polmas.
Karier teritorialnya dimulai saat jadi Pj Kepala Desa di Luyo dan lanjut jadi Camat di Luyo, kampung pedalaman dan terpencil Polman.
Saat Sulbar mekar jadi provinsi baru, lepas dari Sulsel, Andi Bebas diamanatkan jadi Kadis Tenaga Kerja.
Kemudian jadi karetaker Bupati Mamuju, dan diamanatkan sesuai disiplin ilmunya, kadis perumahan dan pemukiman Sulbar, setelah genpa dahsyat menghantam Mamuju, Majene dan sebagian Polewali.
Tahun 2019, tepatnya 30 Desember 2019, dia mendapat amanat sebagai sekda Polman.
Drama karier birokrat sipilnya justru terjadi awal 2024 lalu.
Kurang 24 jam sebelum Andi Ibrahim Masdar mengakhiri jabatan periode kedua sebagai bupati Polman, Minggu (7/1/2024), Andi Bebas diberhentikan sebagai sekda.
“Saya ulang lagi, keluarnya, Surat Keputusan (SK) pemberhentian itu di tanggal 7 hari Minggu, hari libur,” tegasnya.
Saat dia mengembalikan mobil dinas keesokan harinya, puluhan staf menangis atas keputusan dramatis politisi PDIP itu.
Dia pun mengajukan clash action. Tiga bulan, non-job sebagai sekda, Pj Bupati Polman Drs Ilham Borahima, menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Kabupaten Polewali Mandar, No: 185 Tahun 2019 ter Tanggal 25 Maret tahun 2019.
Jumat, 5 April 2024 malam, Andi Bebas kembali menjabat sekda.
Pengambilan sumpah jabatan dihadiri pimpinan forkopimda, sudah 30 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kini Bebas tengah menatap kursi kepala daerah berpenduduk terbanyak di Sulbar itu.
Dia mengklaim sudah mendapat dukungan partai Nasdem, PAN dan tengah menggalang lobi untuk mendapat rekomendasi DPP Partai Golkar.
Bebas akan pensiun di akhir September 2024, atau hanya beberapa hari menjelang Pilkada Serentak 27 September 2024.
Di bidang sosial, Andi Bebas menjabat Ketua Umum Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) Sulawesi Barat, Ketua Indonesia Off Road (IOF) Pengcab Polman, dan Ketua PRSI Sulbar. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.