Opini
Kampanye di Kampus Dapat Meningkatkan Kualitas Pemilu
Di Pemilu 2019, sesungguhnya juga dapat menggunakan fasilitas pemerintah dan fasilitas pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-Pusat-Studi-Pemilu-dan-Politik-Lokal-PUSMIPOL-Unsulbar-Farhanuddin.jpg)
Lebih penting lagi adalah dengan hadirnya kampanye di kampus, dapat mendorong mahasiswa terlibat pro aktiv dalam proses demokrasi, dan menggunakan pemilu sebagai pendidikan politik.
Patut dicatat, dari daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih, lebih 50 persen pemilih di pemilu 2024 adalah pemilih pemula dan pemilih muda.
Pemilih usia 17 hingga 30 tahun sebanyak 63.953.031 orang atau 31,23 persen, sementara pemilih usia 31 hingga 40 tahun sebanyak 42.398.719 orang atau 20,70 persen.
Di negara - negara maju sudah sekian lama para calon pemimpin berdebat di dalam kampus, di pemilu AS misalnya, debat kandidat calon presiden berlangsung di kampus.
Kita masih menunggu regulasi operasional dari Peraturan KPU yang akan mengatur tentang kampanye dengan penggunaan fasilitas pemerintah dan tempat pendidikan.(*)