OPINI
Menata Integrasi TIK Menghadapi Bencana
Potensi bencana alam bukan lagi hal baru bagi warga Indonesia. Tak terkecuali bagi warga Sulawesi Barat.
Mengapa hal ini penting, sebab paradigma kita tentang komunikasi massal rupanya mesti beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi yang kian menyiapkan arah komunikasi partisipatif yang sifatnya dua arah. Bila disederhanakan, maka tantangan kita dimasa teknologi komunikasi massal hanya untuk menjawab pertanyaan bagaimana pesan kita dapat sampai pada audiens atau khalayak. Sementara ditengah perkembangan IT hari ini, kita juga semestinya sudah bersiap menerima bahwa publik tak hanya sebagai sasaran penerima informasi. Tetapi juga memiliki hak untuk mengakses kebutuhan informasi secara aktif pada stakeholder yang memiliki otoritas. Apalagi pada bencana itu datang. Bukan lagi sekedar sebagai pihak yang menunggu kabar secara pasif.
Tetapi sekali lagi, pada titik teknologi mana kita akan bertemu antara pemilik otoritas informasi dengan masyarakat? Atau kita akan melakukan pembiaran terhadap berseliwernya informasu tak akurat? Jawabannya hanya ada pada stakeholder yang siap membangun komitmen dan kolaborasi bersama untuk sebuah tatanan komunikasi yang terintegrasi dengan baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Shalahuddin-saat-menyampaikan-presentasi-di-hadapan-BPBD.jpg)