OPINI
Transformasi Digital di Indonesia, Internet Negatif Kian Menghantui Remaja
Sungguh miris, transformasi digital yang diharapkan dapat memberi manfaat dan kemudahan justru kerap disalahgunakan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-internet_20180204_110559.jpg)
Oleh: Nur Fitrah, S.E
Mahasiswa Pascasarjana IAIN Parepare
TRIBUN-SULBAR.COM - Seorang anak di Makassar ditemukan tewas di kolong jembatan tepatnya Jalan Inspeksi Pam Timur Waduk Nipa, Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Selasa (10/1).
Belakangan diketahui bocah kelas 5 SD ini diculik dan dibunuh oleh remaja berusia berinisial A (17 Tahun) dan berinisial F (14 Tahun). Terkuak motif pembunuhan ini karena tergiur dengan tawaran jual beli organ tubuh yang beredar bebas di Platform Internet media sosial.
Kasus pembunuhan anak di Makassar diduga terinspirasi dari dunia maya.
Memang, aparat mengatakan kasus ini tidak terkait dengan jaringan kasus jual beli organ tubuh manusia, tetapi kita pun tidak dapat memungkiri bahwa fenomena penawaran dan permintaan organ tubuh manusia dengan iming-iming imbalan uang dalam jumlah yang sangat fantastis, beredar luas di media sosial.
Internet memiliki banyak manfaat, diantaranya untuk mencari informasi, pengetahuan, bisnis, hiburan dan penyegaran pikiran.
Internet juga bisa menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi pengguna khususnya di kalangan terpelajar.
Namun, internet pun dapat memiliki sisi negatif bagi yang tidak bijak menggunakannya seperti bisa menjadi media kekerasan, pelecehan seksual, Bullying, judi online atau penipuan transaksi online.
Adapun video pornografi melalui sosial media, gambar yang tidak senonoh dan video asusila yang saat ini menjadi perbincangan hangat adalah berita palsu/Hoax dan penyebaran ujaran kebencian.
Terlebih lagi ketika pemerintah menggaungkan visi dan misi tentang teknologi sebagai sarana untuk menghasilkan uang sebanyak-banyaknya.
Terbukti dengan banyaknya situs Pinjaman Online dengan sistem ribawi. Sehingga terlihat jelas sistem kufur Kapitalis di dalam pemerintahan yang mengaborsi fungsi utama teknologi.
Sungguh miris, transformasi digital yang diharapkan dapat memberi manfaat dan kemudahan bagi kehidupan, ketika diatur oleh sistem kapitalis yang serba boleh demi meraup cuan, ternyata disalahgunakan untuk tindak kejahatan. Hal Ini tentu menyalahi fungsi digitalisasi sebagai produk teknologi yang hukum asalnya mubah.
Islam Mengatur Kehidupan
Sebagian orang berpendapat bahwa internet adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.
Teknologi khususnya internet yang telah memasuki kehidupan manusia dari kalangan anak-anak, usia remaja, hingga kalangan orang tua merupakan salah satu cara untuk mewujudkan kesejahteraan sosial dan meningkatkan martabat manusia.