Uang Nasabah Hilang
KRONOLOGI Uang Nasabah di Mamuju Hilang Rp200 Juta Usai Klik Undangan Digital, Kode OTP Masuk Terus
Sebab setelah dia meng-klik undangan digital itu, masuk pesan singkat permintaan On Time Password (OTP) terhadap akun BRImo miliknya.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kronologi seorang nasabah Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara, yakni Bank BRI Cabang Mamuju bernama Muhammad Amin, yang kehilangan uang tabungannya sebanyak Rp202.900.000.
Muhammad Amin mengaku, awalnya dia mendapat pesan masuk di aplikasi WhatsApp, berupa undangan pernikahan.
Namun dia enggan meng-klik undangan digital tersebut, karena pesan masuk dari nomor yang tidak ia tahu, alias tidak tersimpan di handphone miliknya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Nasabah Bank Himbara di Mamuju Kehilangan Rp200 Juta Usai Klik Undangan Pernikahan WA
Berkali-kali pesan itu masuk, hingga Amin akhirnya meng-klik undangan digital itu, karena mengira itu memang undangan dari kerabat.
Namun dia tertipu, ternyata undangan digital itu penipuan.
Sebab setelah dia meng-klik undangan digital itu, masuk pesan singkat permintaan On Time Password (OTP) terhadap akun BRImo miliknya.
Karena takut, Amin kemudian mengabaikan pesan tersebut karena dia merasa bahwa itu adalah penipuan bahkan pesan itu dia hapus.
Tak terjadi sesuatu kemudian, sebab dia bahkan maish bisa transaksi uang ke rekening orang lain melalui aplikasi BRImo.
"Tanggal 10 Mei itu, saya masih sempat mengirimkan uang untuk anakku melalui BRImo," ujarnya.
Dua hari kemudian, tepatnya Jumat, 12 Mei dia hendak bertransaksi lagi, namun akun BRImo nya sudah tidak bisa diakses.
"Selalu muncul tulisan user name dan password Anda salah dan begitu terus," ucap Amin.
Khawatir akun BRImo miliknya telah diretas, dia kemudian mendatangi kantor BRI Cabang Mamuju pada Jumat, di hari itu juga sekitar pukul 14.00 Wita.
Setibanya di BRI Mamuju Amin mengaku, dia langsung mendapat pelayanan dari salah satu Customer Service (CS).
CS itu kemudian memintanya mengisi kertas untuk keperluan data nasabah.
"Tapi sebelum saya isi data diri, saya bertanya ke CS itu apakah harus isi data jika kembali mengaktifkan BRImo. Lalu CS itu menjawab iya," ujarnya.
Belum sempat mengisi data, CS meminta Amin untuk memperlihatkan kartu ATM dan buku rekening beserta nama ibu kandung dan dianggap sudah sesuai.
Amin kemudian bertanya kepada CS terkait adanya pesan BRI-OTP masuk ke handphone berkali-kali dan apakah itu penipuan.
"Saat saya bertanya ke CS, dia (CS) bilang itu bukan penipuan itu resmi dari BRI," bebernya.
Lanjut Amin menjelaskan, Costumer Service itu meminta handphone milik Amin dan kemudian CS klik pesan permintaan kode OTP itu.
"Setelah mengklik permintaan kode OTP itu, customer service kemudian meminta saya untuk cek kode OTP yang masuk di handphone, saya cek tidak ada masuk," timpalnya.
Usai kejadian tersebut, Amin mengaku uang tabungan di rekening miliknya senilai Rp200 juta raib.
"Saya sudah cek Pak,ada tiga kali diambil itu uang di rekening saya,dua kali tarik 100 juta kemudian satu kali 2.900.000," keluh Amin.
Dari kejadian tersebut, Amin akan mendatangi Polda Sulbar untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.
Saat jurnalis Tribun-Sulbar.com mencoba menghubungi meminta keterangan salah satu pegawai BRI Mamuju, namun tidak ada jawaban. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Abd Rahman
BRI Majene Pastikan Dana Nasabah Hilang di Rekening Unit Pellattoang karena Phising |
![]() |
---|
Klarifikasi BRI Uang Hilang di Rekening Ternyata Transaksi Top Up Aplikasi Pihak Ketiga Lewat BRIVA |
![]() |
---|
Uang Nasabah Hilang, Bank BUMN di Majene Turunkan TIm Investigasi ke Unit Pellattoang |
![]() |
---|
Uang Nasabah di Majene Hilang Rp21 Juta, Pegawai Bank BUMN Pilih Bungkam |
![]() |
---|
Uang Nasabah Bank BUMN di Majene Hilang Misterius Rp21 Juta, Hanya Disisakan Rp39 Ribu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.