Mamuju
PUPR Ingatkan Warga Jangan Nekat Melintas di Jembatan Karema Mamuju, Risiko Nyawa Melayang
Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan sejumlah bagian vital jembatan sudah tidak berfungsi.
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju mengingatkan warga untuk sama sekali tidak melintas di Jembatan Sungai Karema, Jalan Soekarno Hatta.
Peringatan ini disampaikan menyusul kondisi jembatan yang kini rusak parah dan dinilai sudah tidak layak digunakan.
Bahkan, aparat PUPR menyebut kerusakan yang terjadi membuat jembatan tersebut bisa runtuh sewaktu-waktu.
Baca juga: Berawal dari Game Free Fire, Mahasiswa di Majene Ditangkap Usai Setubuhi Siswi di Bawah Umur
Baca juga: Polisi Pasangi Police Line di TKP Kebakaran Kios di Polman, Tewaskan Gadis 15 Tahun
“Kami minta masyarakat benar-benar tidak lewat di jembatan itu lagi. Kalau lihat kondisi di bawahnya pasti orang takut, karena kami sudah cek langsung. Kerusakannya sudah sangat parah,” kata seorang staf PUPR Mamuju, Anto, saat ditemui di kantor PUPR, Jalan Martadinata, Kelurahan Simboro, Jumat (29/8/2025).
Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan sejumlah bagian vital jembatan sudah tidak berfungsi.
Kancingan jembatan terlepas, sehingga tidak lagi mengikat struktur dengan sempurna.
Dudukan bergeser, membuat sambungan tidak stabil.
Penyangga utama di tengah jembatan tampak miring, mengindikasikan potensi ambruk bila beban kendaraan terlalu berat.
“Jembatan ini sudah kami tutup. Kalau tetap ada yang nekat melintas, dan terjadi sesuatu, itu di luar tanggung jawab kami,” tegasnya.
Kerusakan Jembatan Sungai Karema bukan hanya akibat faktor usia yang sudah tua.
Bencana alam dalam empat tahun terakhir mempercepat kerusakan struktur jembatan.
Gempa besar yang mengguncang Mamuju pada 2021 lalu disebut sebagai titik awal kerusakan.
Setelah itu, banjir bandang yang berulang kali melanda kawasan tersebut semakin memperlemah struktur pondasi jembatan.
Kini, kondisinya ibarat bom waktu yang siap mengancam keselamatan warga kapan saja.
Dinas PUPR menegaskan bahwa jalur alternatif sudah disiapkan dan masyarakat diminta untuk segera beralih menggunakan jalan lain.
“Sekali lagi, jangan coba-coba lewat. Risiko nyawa lebih besar daripada hanya memutar sedikit mencari jalur lain,” kata staf PUPR tersebut memperingatkan.
Pihaknya berharap warga dapat memahami situasi berbahaya ini dan mendukung upaya pemerintah daerah untuk menutup jembatan hingga ada langkah perbaikan permanen.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
Desa Bambamanurung dan Babana Jadi Desa Binaan Imigrasi Mamuju, Cegah PMI Nonprosedural & TPPO |
![]() |
---|
Petani Pisang di Topoyo Terancam Gagal Panen, Tanaman Diserang Penyakit Darah |
![]() |
---|
Bukan Rekening Sekolah Dana BOS Sejumlah Sekolah di Mamuju Disimpan di Rekening Kepsek dan Bendahara |
![]() |
---|
Warga Desak Perbaikan Jalan Poros Bayor Mateng, Dana Rp200 Juta Diminta Segera Digunakan |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pasokan Ikan Laut di Pasar Topoyo Langka, Ibu Rumah Tangga Terpaksa Beli Tempe |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.