Jumat, 10 April 2026

Opini

Diabetes Pada Anak Meningkat, Generasi Terancam, Apa Solusinya?

Berdasarkan data IDAI, Di Indonesia sebanyak 1.645 anak mengidap DM tipe I , meningkat 70 kali lipat sejak tahun 2010 hingga 2023.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Diabetes Pada Anak Meningkat, Generasi Terancam, Apa Solusinya?
dok pribadi
Penulis Opini Marwana 

Oleh: Marwana S, S.Kep.Ns

Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Muhammad Faizi, menyebutkan kejadian Diabetes Mellitus (DM) pada anak makin meningkat, baik itu di dunia maupun Indonesia.

Berdasarkan data IDAI, Di Indonesia sebanyak 1.645 anak mengidap DM tipe I , meningkat 70 kali lipat sejak tahun 2010 hingga 2023.

Pada tahun 2010 prevalensi kasus DM pada anak di Indonesia hanya 0,028 per 100 ribu jiwa.

Kemudian, pada tahun 2023 naik menjadi 2 per 100 ribu jiwa.

Ini laporan dari 13 kota di Indonesia, yaitu Manado, Surabaya, Jakarta, Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Denpasar, dan Makassar, terbanyak ada di Jakarta dan Surabaya (www.voaindonesia.com).

Menurut World Health Organization (WHO) Diabetes mellitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas, atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Diabetes Mellitus menjadi salah satu penyakit yang tidak hanya menyerang orang tua, tapi juga menyerang usia muda bahkan anak.

Ada berbagai jenis DM, tapi yang paling umum terjadi pada anak adalah DM tipe 1, pada jenis ini tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena kerusakan sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh.

Organ pankreasnya tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima supply insulin dari luar tubuh secara rutin.

Tanda dan gejala DM tipe 1 pada anak biasanya berkembang dengan cepat, seperti: meningkatnya rasa haus, sering buang air kecil, mungkin mengompol pada anak yang terlatih menggunakan toilet, rasa lapar yang ekstrim, penurunan berat badan yang tidak disengaja, kelelahan, iritabilitas atau perubahan perilaku, nafas berbau buah.

Tidak ada obat untuk diabetes tipe 1 pada anak, tetapi kondisi ini dapat dikelola dengan menjalani manajemen gula darah dengan cara mengubah pola makan dan gaya hidup secara teratur.

Kasus DM pada anak tidak hanya dialami oleh anak di atas usia 5 tahun, melainkan juga usia balita.

Adapun kasus DM paling banyak menyerang anak berusia 10-14 tahun yakni 46 persen. Kemudian, anak usia 5-9 tahun dengan 31,05 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved