Berita Majene
Antisipasi Penimbunan Beras, Disperindag Majene Tingkatkan Pemantauan ke Pasar
Disperindag khawatir ada oknum pedagang memanfaatkan situasi, sehingga memicu kelangkaan stok beras di masyarakat.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kepala-Disperindag-Kabupaten-Majene-Bursi.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Majene, meningkatkan pengawasan di pasar pasca kenaikan harga beras.
Pengawasan ditingkatkan sebagai upaya pemerintah mengantisipasi adanya penimbunan bahan kebutuhan pokok tersebut.
Disperindag khawatir ada oknum pedagang memanfaatkan situasi, sehingga memicu kelangkaan stok beras di masyarakat.
"Ini setiap hari kita lakukan kunjungan, itu salah satu tujuan kita mengantisipasi pedagang mengambil keuntungan dengan situasi seperti ini," kata Kepala Disperindag Majene, Busri kepada tribun, Senin (20/2/2023).
Namun sejauh ini, kata dia, belum ada informasi atau pihak yang ditemukan terbukti telah melakukan penimbunan komoditas.
Busri mengakui harga sembako, khususnya beras di Pasar Majene memang mengalami lonjakan drastis.
Hal itu dipicu minimnya pasokan beras ke pedagang dari petani.
Produksi gabah menurun dibandingkan tahun tahun sebelumnya.
Kata Busri karena musim panen petani saat tidak secara bersamaan .
Namun ia memastikan mendekati bulan Ramadan 2023 mendatang harga normal kembali.
"Ada kabar gembira karena pas Ramadan nanti infonya petani akan panen secara bersamaan. Jadi tentu ini akan mempengaruhi harga beras," paparnya.(san)