Pemilu 2024
49,61 Persen Data Pemilih di Majene Sudah Dicoklit
Dijelaskannya, coklit dilakukan untuk mencocokkan dan meneliti data. Sehingga, apabila ada data yang tidak sesuai atau ada perubahan, akan disesuaikan
Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kantor-KPU-Majene-di-Kelurahan-Totoli-Kecamatan-Banggae.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene telah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Petugas pemuktahiran data dan pemili (Pantarlih) yang ditugaskan sudah mencoklit sekitar 49,61 persen di 553 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di delapan kecamatan se Kabupaten Majene.
"Progres coklit selama 9 hari pelaksanaan coklit oleh Pantarlih di 553 TPS,82 Desa atau kelurahan dan 8 kecamatan yakni 49.61 persen," kata Komisioner KPU Majene, Zulkarnain Hasanuddin kepada tribun, Selasa (21/2/2023).
Dijelaskannya, coklit dilakukan untuk mencocokkan dan meneliti data. Sehingga, apabila ada data yang tidak sesuai atau ada perubahan, akan disesuaikan.
Diketahui, 553 Pantarlih selaku perpanjangan tangan KPU melaksanakan coklit di lapangan yang berlangsung sejak 12 Februari hingga 14 Maret 2023 mendatang.
Zul sapaan akrab Komisioner KPU, mengakui selama proses coklit di lapangan, petugas Pantarlih masih menghadapi beberapa kendala.
"Kendala di lapangan masih hal klasik, seperti keberadaan pemilih yang tidak ditempat saat Coklit ,administrasi kependudukan," tuturnya.
Kemudian, petugas juga sempat menghadapi beberapa penolakan saat hendak melakukan coklit.
Kendati demikian, hal itu dapat diselesaikan dengan baik dan cepat oleh Pantarlih yang ditugaskan.
"Soal penolakan saat di coklit, ada beberapa orang tapi setelah dikomunikasikan dengan baik oleh Pantarlih maupun PPS dan PPK, sehingga tetap dapat dilakukan," ujarnya.(san)