Longsor Mamasa
Evakuasi Korban Longsor di Messawa Sempat Terkendala, Ditemukan Setelah 30 Menit Tertimbun
Longsor terjadi sekira Pukul 23.00 Wita, setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak pukul 13.00 Wita.
Penulis: Adriansyah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Babinsa-Desa-Makuang-Serda-Muhammad-AfidSemuel-Mesakaraeng.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), mengakibatkan longsor di Dusun Tondok Salu, Desa Makuang.
Material longsor menghantam sebuah rumah milik warga bernama Ma'dika.
Tak hanya mengakibatkan rusak pada dinding kamar, longsor juga menimbun tiga warga dua di antaranya anak Bapak Ma'dika, yakni Rusmita dan Eva Kristin.
Satu korban lainnya bernama Asniwati (56), tak lain adalah kerabat Ma'dika.
Longsor terjadi sekira Pukul 23.00 Wita, setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak pukul 13.00 Wita.
Saat ketiga korban tertidur pulas, longsor terjadi di samping kamar tidur milik korban, yakni Rusmita (19) dan Eva Kristin (14).
Beberapa saat setelah kejadian, Ma'dika mendengar teriakan anaknya bernama Eva, ia lalu berlari menghampiri kamar korban.
Dijelaskan Babinsa Desa Makuang, Serda Muhammad Afid, kejadiannya begitu cepat.
Dia menerangkan, korban pertama kali dilihat Ma'dika, ayah korban sekaligus pemilik rumah.
Ma'dika kata dia, mendapati dua anak dan kerabatnya sudah tertimbun material longsor berupa tanah.
Ma'dika lalu meminta tolong kepada tetangganya untuk mengevakuasi korban.
Tak menunggu waktu lama setelah mendapat laporan, Serda Muhammad Afid lalu mendatangi tempat kejadian.
Dibantu warga dan Bhabinkamtibmas Polsek Sumarorong, Serda Muhammad Aifid mengeluarkan korban dari timbunan material longsor.
Dikatakan Serda Muhammad Afid, pihaknya sempat terkendala karena evakuasi dilakukan dengan cara manual.
"Evakuasi membutuhkan waktu sekira 30 menit karena kita pakai tangan menggali material longsor. Takutnya kalau pakai sekupang, korban bisa tambah parah," ujar Serda Muhammad Afid, saat dikonfirmasi di TKP Jumat (3/2/2023).