Berita Mamuju

Kadis PUPR Sulbar Ceritakan Proses Panjang Proyek MARR

Jalurnya itu disisi kanan perkampungan dengan jarak 1,8 kilo meter sesuai di desainnya.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar/Habluddin
Kadis PUPR Sulbar Muhammad Aksan dan Pejabat Fungsional BPJN Sulbar Ahmad saat hadiri podcast Tribun-Sulbar.com di Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Kamis (8/12/2022) malam 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kadis PUPR Sulbar Muhammad Aksan menceritakan awal mulanya proyek Mamuju Arterial Ring Road (MARR) bisa direalisasi pemerintah pusat.

"Sejak tahun 2010 dimulai study kelayakan pembangunan jalan ke Bandara dan Belang-belang. Mengingat kota Mamuju ini laut dan pegunungan sehingga perlu pembangunan jalan," kata Aksan, saat hadiri podcast Tribun-Sulbar.com di Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Kamis (8/12/2022) malam.

Waktu itu, kata Aksan Pemprov Sulbar mencari investor yang awalnya ada investor china tertarik.

Namun, saat berjalannya investor china ini tidak jadi.

"Makanya pak Gubernur waktu itu melakukan koordinasi ke beberapa Kementerian untuk mempersentasikan, mulai Kementerian Keuangan, PUPR, hingga Bappenas. Singkatnya Bappenas yang tertarik dan mulai menganggarkan," ungkap Aksan.

Muncullah, pembangunan jalan arteri sekitar 4,7 kilo meter yang dikerjakan tahun 2013.

Setelah itu, Pemprov kembali mengusulkan untuk melanjutkan pembangunannya.

"Makanya ada desain awal lewat jalur pantai, namun dari Kementerian mengatakan tidak boleh ada jalan nasional paralel dan proyek pekerjaan harus selesai di tahun 2024. Makanya dipindahkan," ucapnya.

Masuk, tahun 2021 terjadi bencana alam di kota Mamuju yang berdampak kepada bangunan dan jalan.

Salah satunya, jembatan kali Mamuju yang mengalami kerusakan sehingga terjadi kemacetan pendistribusian barang.

"Makanya kita mengusulkan pembangunan jalan alternatif. Itulah yang sementara akan dikerjakan yakni MARR," bebernya.

Sehingga area tidak dimanfaatkan menjadi area yang akan dilalui pembangunannya.

Jalurnya itu disisi kanan perkampungan dengan jarak 1,8 kilo meter sesuai di desainnya.

"Pj Gubernur kembali koordinasi ke Kementerian agar ada bantuan pembebasan lahan dan direalisasi, inilah berproses sekarang. Jadi prosesnya sangat panjang," tandasnya.(*)

Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved