Demo Kenaikan BBM

Warga Dukung Demo PMII Mamuju Tolak Kenaikan BBM

PMII Mamuju menutup jalan Ahmad Yani, Kelurahan Rimuku, tepat di depan kantor DPRD Mamuju.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Massa PMII Mamuju menutup Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulbar, tolak kenaikan BBM, warga sekitar juga ikut menolak,Selasa (6/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - PMII Cabang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) demo tutup jalan mulai pagi hingga sore hari mendapat sejumlah dukungan dari warga sekitar, Selasa (6/9/2022).

PMII Mamuju menutup jalan Ahmad Yani, Kelurahan Rimuku, tepat di depan kantor DPRD Mamuju.

Sedikitnya sudah empat ban mobil bekas mereka bakar, sebagai penyemangat aksi.

Aksi itu berlangsung sejak pukul 10.00 Wita, hingga menjelang magrib, masih tetap menutup jalan.

Hanya ada satu tuntutan yang ia suarakan, yakni tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pengendara yang melintas pun harus mengambil rute Jl Pettarani, jika hendak mengarah ke Kalukku.

Sebagian warga ikut menyaksikan orasi para mahasiswa yang meneriakkan dampak kenaikan BBM.

"Hidup mahasiswa, turunkan harga bbm, sepakat," teriakan salah satu warga yang melintas.

Namun ada juga warga yang teriak massanya kurang banyak, tambah lagi.

Selain warga, sebelumnya anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Mamuju, juga mendukung aksi itu.

Ia mendapat dukungan penuh dari Marvie Parrasa dan Nasaruddin, keduanya ialah anggota DPRD Mamuju.

Bahkan ia ikut berorasi, menyampaikan keluhannya setelah harga bbm naik sejak Sabtu (3/9/2022).

Ia berorasi tidak untuk menjawab tuntutan massa aksi, melainkan ikut menyuarakan penolakan kenaikan bbm.

"Saya menolak keras kenaikan BBM ini, karena memang sangat menyiksa, menderita," ujar Marvie Parrasa saat orasi di depan para mahasiswa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved