DPRD Sulbar

Proses Lelang Pembangunan Gedung DPRD Sulbar Terhambat, Suraidah Sambangi Kementerian PUPR

Pada kunjungannya ke Kementerian PUPR ini, Suraidah di sambut oleh Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti pada Rabu (31/8/2022).

Editor: Nurhadi Hasbi
ist/Tribun-Sulbar.com
Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi menyambangi Kementerian PUPR menanyakan ihwal pembangunan kantor DPRD yang terndernya terhambat, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Proses lelang pembangunan gedung kantor DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) terlambat mengakibatkan pembangunannya ditunda.

Buntutnya, Ketua DPRD Sulbar, Suraidah sambangi langsung kementerian PUPR untuk menanyakan ihwal kendalanya.

Menurutnya hal ini penting untuk dikonfirmasi langsung sebab cukup mendesak untuk segera direalisasikan.

“Sejak gempa kemarin kita berkantor ditempat sementara. Posisinya berjarak antara satu bagian dengan bagian lainnya sehingga pelayanan kantor tidak berjalan efektif. Bayangkan jaraknya sampai kilometer. Sehingga pembangunan kantor ini urgen," kata Suraidah.

Dia menambahkan, hal tersebut bagian dari upaya memaksimalkan layanan DPRD pada publik atau rakyat Sulbar.

"Karena ranah pembangunannya kementerian PUPR maka saya langsung ke Jakarta pertanyakan hal itu,” ujarnya.

Pada kunjungannya ke Kementerian PUPR ini, Suraidah di sambut oleh Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti pada Rabu (31/8/2022).

Pada pertemuan yang digelar sore hari itu, menemui titik terang.

“Jadi rupanya ada pembiayaan pembiayaan yang belum terakomodir di dalamnya. Sehingga ibu Dirjen tidak mau mengambil resiko. Artinya orang pusat tidak menghendaki ada hal premature dalam proses pembangunan kantor tersebut,” katanya.

Selain itu, kata Suraidah bukan berarti penundaan lelang tersebut akan ditunda prosesnya secara keseluruhan pada tahun depan.

“Jadi nanti kata Bu Dirjen bulan oktober itu akan dilakukan tender ulang. Sehingga praktis pembangunannya dimulai Januari,” katanya.

Suraidah berharap, pembangunannya tak menelan waktu yang terlalu lama.

“Ya jadi terkait waktunya juga dijelaskan oleh bu Dirjen bahwa masa kerjanya mungkin sekitar 10 bulan. Itu artinya tahun depan semoga sudah dapat ditempati,” bebernya.

Hal serupa kata Suraidah juga dialami oleh proses pembangunan Masjid Raya Suada Mamuju yang hingga kini belum menemui titik terang.

“Jadi tadi sekalian tanyakan juga progres untuk pembangunan Masjid Suada. Rupanya sama halnya dengan pembangunan DPRD Sulawesi Barat. Sama-sama tahun ini Insyaallah tak ada halangan dapat diproses untuk dilakukan pembangunan kembali,” pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved