Berita Mamuju Tengah

Pemerintah Mau Naikkan Harga Pertalite, Warga: Harganya Normal Saja Jangan Seperti Harga Sawit

Ia mengaku wacana tersebut akan mempersulit warga, apalagi pendapatan masyarakat, terutama warga Mamuju Tengah yang mayoritas petani sawit kurang

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Ilham Mulyawan
kompas.com
Pengendara motor mengisi BBM jenis Pertalite di sebuah SPBU Pertamina di Jakarta, Jumat (24/12/2021). Pemerintah berencana menghapus BBM RON 88 Premium dan RON 90 Pertalite sebagai upaya mendorong penggunaan BBM yang lebih ramah lingkungan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi perbincangan masuyarakat.

Saat ini harga Pertalite masih normal di harga Rp7.650 per liter.

Nah, pemerintah berencana menaikkan harganya menjadi Rp10.000 per liter.

Baca juga: Pertalite di SPBU Topoyo Mamuju Tengah Habis Sejak Pagi, Petugas: Bukan Langka, Stoknya Belum Masuk

Rencana pemerintah menaikkan harga pertalite membuat Rahman, warga Kecamatan Pangale, Mamuju Tengah resah.

Ia mengaku wacana tersebut akan mempersulit warga, apalagi pendapatan masyarakat, terutama warga Mamuju Tengah yang mayoritas petani sawit masih kurang lantaran harga sawit yang anjlok.

“Kalau bisa pak, yah harganya normal saja. Jangan seperti harga sawit, harganya naik turun dan tidak jelas,” ujar Rahman saat di temui di kantor Disdukcapil Mamuju Tengah, Senin (22/8/2022).

Sementara itu, Arsyad warga Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah tidak terlalu mempermasalahkan wacana tersebut.

“Mau naik atau turun tidak masalah, yang penting ada keseimbangan antara harga BBM dengan pendapatan masyarakat,” terangnya.

“Iya, kalau bagi saya tidak masalah asal harga sawit juga naik,”sambungnya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, presiden Joko Widodo akan mengumumkan kebijakan terbaru terkait harga Pertalite.

Dikutip dari laman Tribunnews.com, harga Pertalite disebut-sebut akan naik menjadi Rp 10.000 per liter, atau meningkat Rp 2.350 dari harga saat ini Rp 7.650.

Laporan. Wartawan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved