Harga Mi Instan Naik

Pedagang di Topoyo Sebut Kenaikan Harga Mi Instan Sejak Awal Bulan Juli

Harga mi instan di beberapa toko besar di Topoyo Mamuju Tengah sudah mengalami kenaikan sejak bulan lalu.

Penulis: Samsul Bachri | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Syamsul Bachri
Puluhan jenis mi instan terpajang di etalase toko Anugerah Mart, Jl. Jenderal Sudirman (poros Topoyo-Palu) Topoyo, Mamuju Tengah, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Isu kenaikan harga mi instan hingga 3 kali lipat kini marak diperbincangkan.

Kenaikan harga mi instan di informasikan akibat imbas dari perang antara Rusia-Ukraina hingga kini masih berkelanjutan.

Sesuai penelusuran wartawan Tribun-Sulbar.com, harga mi instan di beberapa toko besar di Mamuju Tengah sudah mengalami kenaikan sejak bulan lalu.

“Sudah naik pak, per 1 Juli 2022 lalu,” ungkap Ana pemilik Toko Anugerah Mart Jl. Jenderal Sudirman (poros Topoyo-Palu) saat ditemui, Kamis (11/8/2022).

Ia katakan ada kenaikan hingga 6 hingga 7 persen per dusnya.

“Kenaikannya Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per dusnya pak,” ujar Ana.

Sementara salah satu pemilik warung mi instan, Naja mengaku sudah merasakan dampak kenaikannya.

“Memang sudah ada kenaikan pak, bahkan ada yang sudah dijual Rp 4.000 per bungkusnya. Ada juga yang dijual Rp 10.000 per 3 bungkus tergantung jenis dan rasa,” ujar Naja saat ditemui di warung miliknya Jl. H. Aras Tammauni, Benteng, Tobadak, Mamuju Tengah siang tadi.

Ia katakan, selain mi instan harga tepung terigu merek Mila dan Gatot juga telah mengalami kenaikan.

"Dulunya merek Mila Rp 11.000 per kiligram kini Rp 14.000, sementara merek Gatot dari Rp 10.000 per kiligram kini Rp 13.000 per kilogram.

Ia mengaku penjualannya berdasar harga yang diambilnya dari distributor.

Sebelumnya diberitakan Menteri Pertanian Sayhrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan keniakan harga mi instan hingga 3 kali lipat.

"Belum selesai dengan climate change, kita dihadapkan Perang Ukraina-Rusia, di mana ada 180 juta ton gandum ngga bisa keluar, jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya (naik) 3 kali lipat," ujar Syahrul melalui kanal YouTube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Senin (8/8/22) lalu.

Laporan wartwan Tribun-Sulbar.com Samsul Bahri

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved