Opini
Menyoal Kondisi Terkini Ekspor Sulbar
Dari informasi yang telah dirilis tersebut, komoditas ekspor Sulbar pada bulan Februari 2022 seluruhnya berasal dari komoditas barang nonmigas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Eka-Khaerandy-Oktafianto-SST-MSi-Statistisi-Muda-Pada-BPS-Provinsi-Sulbar.jpg)
Jika ekspor terhambat dalam waktu lama, maka juga akan berdampak pada melambatnya pertumbuhan perekonomian Sulbar.
Oleh karena itu, pemberlakuan kenaikan DMO dari 20 persen ke 30 persen ini apakah benar memberi solusi kelangkaan minyak goreng atau justru menambah masalah baru.
Masalah kelangkaan minyak goreng bisa jadi pada rantai pasokan/distribusi di lapangan yang tersendat karena banyaknya penimbunan yang dilakukan oknum distributor.
Hal ini terbukti bahwa persediaan minyak goreng ternyata banyak ditemukan setelah harga disesuaikan. Pemerintah seharusnya bisa mencabut kebijakan pemberlakuan kenaikan DMO.
Selanjutnya, mengenai komoditas ekspor baru. Langkah pemerintah Sulbar sudah cukup baik dengan dukungannya.
Akan tetapi, perlu terus dikembangkan dengan berbagai komoditas lain yang potensial di Sulbar. Jangan bergantung terhadap beberapa komoditas saja.
Padahal, masih banyak komoditas yang bisa terus didukung dan bisa menjadi salah satu komoditas unggulan untuk diekspor. (*)