Sejarah Perang Rusia-Ukraina yang Kian Memanas, Sejak Bubarnya Uni Soviet Hingga Keanggotaan NATO
Berikut ini adalah sejarah memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina yang dimulai dari runtuhnya Uni Soviet hingga Ukraina yang ingin masuk ke NATO.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kapal-Angkatan-Laut-Rusia-berlabuh-di-teluk-pelabuhan-Laut-Hitam-Sevastopol-di-Krimea.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Rusia akhirnya melakukan invasi kepada wilayah di Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Presiden Rusia, Vladimir Putin merasa tak memiliki pilihan untuk melakukan invasi sebab untuk mempertahankan diri dari ancaman Ukraina modern.
"Rusia tidak bisa merasa aman, berkembang, dan eksis dengan ancaman konstan yang berasal dari wilayah Ukraina modern," ujar Vladimir Putin dalam pidato yang disiarkan dalam televisi Pemerintah Rusia.
Dikutip dari Aljazeera pada Jumat (25/2/2022), sekitar 1.200 tahun lalu, Rusia, Ukraina dan Belarusia lahir di tepi Sungai Dnieper di Kievan Rus.
Meski lahir dari tanah yang sama, akan tetapi Ukraina dan Rusia memiliki perbedaan yang menonjol, mulai dari bahasa, sejarah, dan kehidupan politiknya.
Baca juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Pangkas Akses Pasar dan Modal
Baca juga: AS Bereaksi Soal Invasi Rusia ke Ukraina, Presiden Joe Biden: Warga Rusia Bukan Musuh Kami
Presiden Vladimir Putin berulang kali mengklaim apabila Ukraina dan Belarusia adalah satu bagian peradaban dari Rusia.
Namun, berulang kali pula Ukraina membantah klaim dari Rusia tersebut.
Keruntuhan Uni Soviet
Dikutip dari Kompas.com pada Jumat (25/2/2022), Pada 25 Desember 1991 pimpinan Uni Soviet kala itu, Mikhail Gorbachev mengundurkan diri dari tampu kekuasaannya.
Pengunduran diri tersebut sekaligus menandakan keruntuhan Uni Soviet.
Namun, pada 1 Desember 1991, total 90 persen warga Ukraina menyetujui referendum kemerdekaan dari Uni Soviet.
Secara resmi, Presiden dari negara Rusia, Ukraina, Belarusia mengadakan pertemuan dan membubarkan Uni Soviet seusai dengan yang tertuang dalam aturan Konstitusi Uni Soviet.
Sehingga, Ukraina kemudian merdeka secara de facto atau secara hukum dan diakui oleh komunitas internasional.
Usai mendapatkan kemerdekaannya, hubungan Rusia dan Ukraina memanas saat Presiden Ukraina, Viktor Yushchenko menjabat pada tahun 2005.
Di bawah kepemimpinan Viktor Yushchenko, Ukraina lebih banyak mendekat ke Uni Eropa ketimbang ke Rusia.