Rabu, 6 Mei 2026

Sejarah Perang Rusia-Ukraina yang Kian Memanas, Sejak Bubarnya Uni Soviet Hingga Keanggotaan NATO

Berikut ini adalah sejarah memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina yang dimulai dari runtuhnya Uni Soviet hingga Ukraina yang ingin masuk ke NATO.

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Sejarah Perang Rusia-Ukraina yang Kian Memanas, Sejak Bubarnya Uni Soviet Hingga Keanggotaan NATO
kompas.com
Kapal Angkatan Laut Rusia berlabuh di teluk pelabuhan Laut Hitam Sevastopol di Krimea, Kamis (8/5/2014). 

Hal itulah yang kemudian semakin membuat hubungan antara kedua negara itu kian memanas.

Pada tahun 2010, hubungan antara kedua negara kian mesra. Di bawah kepemimpinan Presiden Yanukovych Ukraina lebih dekat dengan ibu kota Rusia, Moskow.

Akan tetapi, pada November 2013 protes merebak di ibu kota Kiev.

Masyarakat menolak keputusan Yanukovych yang menolak kesepakatan integrasi ekonomi yang lebih besar dengan Uni Eropa.

Mengingat, di bawah kepemimpinan Presiden Yanukovych, Ukraina lebih dekat dengan Rusia.

Sehingga hal itulah yang mendasari Ukraina kemudian menolak integrasi ekonomi Uni Eropa.

Puncaknya, pada Februari 2014 massa kemudian menggulingkan Presiden Yanukovych dari jabatannya.

Pelengseran Yanukovych dari jabatannya berimbas konflik dalam pemerintahan Ukraina.

Pemerintahan Ukraina akhirnya terbagi ke dalam dua kubu yaitu pendukung Uni Eropa dan pendukung Rusia.

Adapun pendukung Uni Eropa berasal dari masyarakat dan politisi Ukraina daratan, sedangkan pendukung Rusia berasal dari masyarakat dan politikus Krimea, sebuah semenanjung di kawasan Laut Hitam.

Keinginan Ukraina untuk Gabung NATO

Konflik Rusia-Ukraina yang saat ini tengah memanas salah satu penyebabnya adalah karena keinginan Ukraina untuk bergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO).

NATO sendiri adalah organisasi pertahanan dan keamanan di kawasan Atlantik Utara yang meliputi negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada.

Adapun negara bekas UNI Soviet yang bergabung dengan NATO, yaitu Lithuania, Estonia, dan Latvia.

Keinginan Ukraina tersebut semakin memicu ketegangan antar keduanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved