Breaking News:

Sampah Majene

Paradigma Masyarakat Masih Kumpul, Angkut & Buang, DLHK Majene: TPA Bisa Cepat Penuh

"Hampir semua sampah masuk ke TPA karena paradigma masyarakat masih kumpul, angkut, buang," ujarnya.

Penulis: Masdin | Editor: Hasrul Rusdi
Masdin/Tribun-Sulbar.com
Penyuluh Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Majene, Haniah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Volume sampah yang masuk ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) di Kabupaten Majene tergolong tinggi.

Dimana untuk tahun 2020 saja sampah yang ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Majene mencapai 15 ribu ton atau 63,92 persen dari total sampah di Kabupaten Majene.

Tingginya sampah tersebut menurut Penyuluh Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Majene, Haniah bisa membuat TPA cepat penuh.

"Kalau terus seperti itu TPA bisa penuh," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Sisa Makanan Dominasi Sampah di Majene, Penyuluh Lingkungan Sarankan Warga Jadikan Kompos

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Jumat 14 Januari 2022: Waspada Cuaca Ekstrem di Sulawesi Barat

TPA Sampah Moloku di kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Kamis (13/1/2022).
TPA Sampah Moloku di kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Kamis (13/1/2022). (Masdin/Tribun-Sulbar.com)

Banyaknya sampah yang masuk ke TPA juga akibat pemahaman masyarakat terkait sampah masih kurang.

"Hampir semua sampah masuk ke TPA karena paradigma masyarakat masih kumpul, angkut, buang," ujarnya.

Menurut Haniah sekarang pengelolaan lebih ke pengurangan sampah dari sumbernya.

Dimana masyarakat turut serta memilih sampah mana yang masih bisa diolah kembali dan mana sampa residu yang dibuang ke TPA.

"Masyarakat masih sering mencampurkan (organik, plastik, residu) padahal harusnya yang dibuang ke TPA itu semacam residu yang perlu memang penanganan dan sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi," jelasnya.

Adapaun data dari DLHK Majene tahun 2020 tentang pengurangan sampah dari sumbernya atau yang dilakukan langsung masyarakat baru sekitar 660,93 ton atau 2,68 persen.

"Harapannya semoga tingkat pengurangan sampah dari masyarakat terus bertambah sehingga penanganan dari pemerintah akan baik juga," ucapannya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved