Breaking News:

Setahun Pascagempa

Siswa SDN 4 Mamuju Masih Belajar di Tenda Darurat, Orangtua: Kasihan Anak-anak Kepanasan

Marhaini melihat anaknya dan siswa pada umumnya tidak nyaman saat proses belajar mengajar di bawah tenda yang berukuran 6×12 meter.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Orangtua siswa SDN 4, Marhaini saat ditemui di halaman sekolah di Jl Atik Sotedja, Mamuju, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Orangtua siswa SDN 4 Mamuju, Marhaini berharap gedung sekolah segera direnovasi.

Gedung sekolah yang beralamat di Jl Atiek Soetedja, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) ini rusak akibat gempa bumi 15 Januari 2021 lalu.

Marhaini melihat anaknya dan siswa pada umumnya tidak nyaman saat proses belajar mengajar di bawah tenda yang berukuran 6×12 meter.

Di dalam tenda yang jadi ruangan kelas terasa panas sehingga mengganggu siswa dalam menerima materi dari guru.

Baca juga: VIDEO: Setahun Pascagempa Mamuju, SD Inpres Simboro Masih Belajar di Tenda Darurat

Baca juga: 81 SMA Sederajat Rusak Akibat Gempa Sulbar Akan Diperbaiki Menggunakan DAK Tahun 2022

"Saya kasihan melihat anak sendiri masih belajar di bawah tenda darurat," terang Marhaini saat ditemui di halaman SDN 4 Mamuju, Rabu (12/1/2022).

"Kurang paham anak-anak apalagi dikurangi waktu belajar," lanjutnya.

Dia pun berharap agar pemerintah setempat segera merenovasi gedung sekolah tersebut.

Senada yang disampaikan orang tuanya, Heril siswa SDN 4 Mamuju, mengaku tidak suka belajar di tenda darurat.

"Kepanasanki terima pelajaran, tidak terlalu mengerti juga apa yang disampaikan guru," terang Heril yang duduk dibangku kelas 5 SD.

Orangtua siswa SDN 4, Marhaini saat ditemui di halaman sekolah di Jl Atik Sotedja, Mamuju, Rabu (12/1/2022).
Orangtua siswa SDN 4, Marhaini saat ditemui di halaman sekolah di Jl Atik Sotedja, Mamuju, Rabu (12/1/2022). (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Pantauan Tribun-Sulbar.com, terlihat para siswa masih belajar di tenda darurat.

Ada dua tenda berdiri di halaman sekolah yang dibagi menjadi empat ruangan.

Sekolah yang jumlah muridnya 336 itu, menerapkan belajar tatap muka terbatas, di ruangan yang terbatas pula.

Wakil Kepala SDN 4 Mamuju, Nuraeni M, mengaku proses belajar pun kurang efektif.

"Kurang efektif, karna sudah belajar terbatas, dan ruang belajar juga terbatas," terang Nuraeni kepada Tribun-Sulbar.com saat ditemui di halaman sekolah.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Fahrun Ramli

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved