Breaking News:

Gempa Majene

Hampir Setahun SDN 28 Aholeang Belajar di Tenda Darurat, Guru: Siswa Tidak Nyaman

Pantaun Tribun-Sulbar.com, Minggu (9/1/2022) siang, sebanyak dua tenda berukuran sekitar 4x5 meter menjadi tempat siswa belajar.

Penulis: Masdin | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Masdin
Jumaluddin, salah satu guru SDN No 28 Aholeong saat ditemui Tribun-Sulbar.com, Minggu (9/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 28 Aholeang, mengeluhkan kondisi proses belajar mengajar tenda darurat.

Diketahui, sudah hampir genap setahun siswa SDN Nomor 28 Aholeang belajar di tenda darurat.

Hal tersebut akibat gempa bumi yang disusul longsor menenggelamkan perkampungan Dusun Aholeang dan Rui, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar, 15 Januari 2021 lalu.

Baca juga: Pengungsi Aholeang Malunda: Tidak Ada Perubahan, Kami Makin Susah

Baca juga: CARA Warga Aholeang Penuhi Kebutuhan di Pengungsian, Pinjam dan Gerap Tanah Orang Lain

Pantaun Tribun-Sulbar.com, Minggu (9/1/2022) siang, sebanyak dua tenda berukuran sekitar 4x5 meter menjadi tempat siswa belajar.

Dalam tenda tersebut, hanya berisi beberapa kursi, meja dan papan tulis.

Adapun lantai langsung beralaskan tanah.

Guru SDN Nomor 28 Aholeong, Jumaluddin, mengungkapkan, kondisi tersebut membuat siswa tidak bisa fokus belajar.

"Karena kita mengadakan proses belajar mengajar di bawah tenda ya anak-anak tidak nyaman," ujarnya.

Apalagi saat cuaca tidak bersahabat, jika cuaca panas akan terasa panas, sedangkan ketika hujan lantai tanah akan becek.

"Guru juga tidak nyaman apalagi siswa, misal kalau panas ya panas kalo hujan ya basah dan becek," tuturnya.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 28 Aholeang yang terbuat dari terpal dan beralaskan tanah.
Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 28 Aholeang yang terbuat dari terpal dan beralaskan tanah.
Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved