Breaking News:

Pelabuhan Palipi

Pemutusan Kontrak Proyek Dermaga PPI Palipi Disebut Tak Berdasar, PPTK: Sesuai Klausal Perjanjian

Pada kondisi per tanggal 17 Desember belum ada Job Mix Design (JMD) yang disampaikan diperlukan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Pelabuhan Palipi Majene sedang dikerjakan pihak ketiga yang merupakan proyek rehab dermaga dari DKP Sulbar, pantaun Tribun-Sulbar.com, Senin (20/12/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat (Sulbar) membantah jika pemutusan kontrak kerja rehab dermaga Pelabuhan Perikanan (PPI) Palipi Majene tidak berdasar.

Hal tersebut, disampaikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rusman, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/12/2021).

"Dasar hukum pengambilan keputusan didasarkan atas klausul dalam surat perjanjian beserta dokumen turunannya," kata Rusman kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (25/12/2021).

Dikatakan, keputusan diambil DKP Sulbar sudah sesuai prosedur.

Apalagi, berdasarkan berbagai fakta di lapangan dilihat sehingga dilakukan pemutusan kontrak kerja.

"Bahwa dalam menilai atau mengambil keputusan harus disertai dengan pertimbangan teknis yang memadai dan realistis berdasarkan kondisi lapangan," bebernya.

Sehingga, jika dipaksakan menerbitkan Show cause meeting (SCM) tiga, maka akan berdampak buruk.

Dirinya melihat sisa waktu delapan hari menuju batas akhir pekerjaan per tanggal 21 Desember 2021 lalu saat pemutusan kontrak kerja tidak maksimal.

Pada kondisi per tanggal 17 Desember belum ada Job Mix Design (JMD) yang disampaikan diperlukan waktu sekitar tujuh hingga 14 hari.

"Ketiadaan JMD menyebabkan pengecoran tidak bisa dilaksanakan sehingga hampir bisa dipastikan bahwa target scm 3 tidak akan tercapai jika di berikan," ungkap Rusman.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved