Breaking News:

Vaksinasi Sulbar

Vaksin di Polman Kedaluwarsa, Kadinkes Sulbar Asran Masdy Sebut Ini Penyebabnya

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy mengatakan tidak boleh langsung divonis vaksin kedaluwarsa.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat dr Asran Masdy 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Terdapat dosis vaksin kedaluwarsa di Kabupaten Polewali Mandar, sehingga tidak bisa digunakan.

Kepala Dinas Kesehatan Sulbar drg Asran Masdy mengatakan tidak boleh langsung divonis vaksin kedaluwarsa.

Menurutnya, ada beberapa hal dalam pelaksanaan vaksinasi pertama ada parsial tidak penuh sehingga tidak bisa digunakan.

"Kedua kadang-kadang pemakaian parsial terdapat beberapa dosis. Kalau tidak cukup vaksin yang datang untuk menghabiskan itu parsial otomatis dosisnya di dalam rusak," ungkap drg Asran, saat dihubungi, Selasa (23/11/2021).

Sehingga, bukan kedaluwarsa karena masa pakainya vaksinasi sudah lewat.

Karena setiap parsial bisa sampai 14 dosis vaksi di dalamnya.

"Kalau datang vaksin hanya enam orang tidak mungkin disuruh pulang. Jadi ini vaksin kalau sudah terbuka ada masanya harus terpakai," bebernya.

Itulah, membuat dosis vaksin rusak.

"Karena tidak ada pasien yang datang untuk di suntik. Jadi pasti bukan hanya di Polman saja, pasti ada di tempat lain juga," ujarnya.

Namun, daerah lain belum terlaporkan vaksin rusaknya.

Dia berharap tidak banyak terlaporkan dosis vaksin rusak setiap kabupaten di Sulbar.

"Kalau terjadi ini, kita laporkan ke pusat dan pasti akan dimusnahkan," tandasnya.

Diketahui, ratusan dosis rusak terjandi di Polman dan akan dimusnahkan.

Vaksin-vaksin itu terdiri dari berbagai merek, di antaranya Sinovac, AstraZeneca hingga Moderna.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved