Breaking News:

Upah Minimum Provinsi

UMP Sulbar Ditetapkan, Pegawai Swasta: Semoga Sesuai Penerapannya di Lapangan

"Tapi disyukuri, apalagi susah mencari pekerjaan sekarang, ditambah masa Pandemi Covid-19 saat ini," ungkap Lela.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
kompas.com
ILUSTRASI - Upah minimum provinsi atau UMP 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemprov melalui Dinas Ketenagakerjaan Sulawesi Barat (Sulbar) resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebasar Rp 2.678.863,10, Senin (22/11/2021).

Salah satu, pegawai swasta di Mamuju, Lela berharap UMP tersebut sesuai diterapkan di lapangan.

"Seperti saya gajiku itu Rp 2 juta per bulan saya terima," kata Lela, saat ditemui di Warkop Tanpa Nama, Jl Martadinata, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (22/11/2021).

Meskipun, gajinya tidak sampai UMP yang diterapkan di Sulbar.

Baca juga: Andi Salam Pastikan Upah Minimum Kabupaten Polman 2022 di Atas Upah Minimum Provinsi

Baca juga: Jelang Nataru 2021, Polda Sulbar: Rayakan di Rumah Saja, Tak Perlu ke Tempat Wisata

Pegawai bank sedang memperlhatkan uang kertas pecahan Rp 100 ribu.
Pegawai bank sedang memperlhatkan uang kertas pecahan Rp 100 ribu. (Tribunnews/Jeprima)

Dirinya tetap mensyukuri karena menurutnya hampir semua pegawai swasta merasakan itu.

"Tapi disyukuri, apalagi susah mencari pekerjaan sekarang, ditambah masa Pandemi Covid-19 saat ini," ungkap Lela.

Sebelumnya, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnaker Provinsi Sulbar, Armon mengungkapkan tahun 2022 UMP tidak ada kenaikan atau pengurangan.

"Jadi kita tetapkan sebesar Rp 2.678.863,10 sen, sama dengan tahun 2021," ungkap Armon.

Menurutnya, penyebab tidak naiknya UMP Sulbar dianataranya pertumbuhan ekonomi Sulbar -0,49 persen dan inflasi sebesar 3,14 persen.

Sehingga, dewan pengupahan Sulbar menetapkan tidak adanya kenaikan tahun 2022 mendatang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved