Muktamar NU ke 34
Calon Ketua Umum PBNU Gus Yahya Berkunjung ke Lampung, Prof Mukri: Hanya Silaturahmi Biasa
Namun dia kembali menegaskan pertemuannya dengan Gus Yahya hanya momentum silaturahmi biasa saja.
"Siapapun yang terpilih, sebagai organisasi tertua di badan otonom akan mengikut kyai yang terpilih.
"Hanya kami berharap ada regenerasi di NU untuk kepemimpinan selanjutnya," tandasnya.
Sembari menambahkan Ansor Sulbar akan mengikuti keputusan-keputusan kyai terkait mekanisme pelaksanaan Mukhtamar.
Estafet Kepemimpinan
Sementara itu, Komandan Satuan Kordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulawesi Barat (Sulbar), M Anshar Tahir, mengatakan, pergantian ketua umum PBNU adalah bagian dari estafet kepemimpinan.
Dalma prosesnya, kata dia, Kader-kader muda akan menggantikan senior untuk melanjutkan kepemimpinan.

"Sehingga ini yang perlu dirawat dan diteruskan untuk menjaga nilai dan tradisi yang baik dalam tubuh NU," ucapnya.
Pengurus Banser Sulbar, kata dia, akan turut mendukung muktamar yang akan digelar di pada Desember mendatang.
Ia berharap, pada Muktamar ke-34 nantinya akan mengikuti tradisi yang ada selama ini.
"Seperti KH Hasyim Muzadi yang telah memimpin NU pada 1999-2010 itu telah mencetak kader-kader yang handal, juga termasuk KH Said Aqir Sirajd yang menggantikan beliau," ujarnya.
Ia manambahkan, di era globaliasi yang kian kompleks ini, NU tentu mengharapkan pemimpin yang bisa berkiprah lebih kuat di kancah dunia. (*)
Berita ini telah tayang di Tribun Lampung dengan judul: https://lampung.tribunnews.com/2021/10/18/gelar-pertemuan-dengan-yahya-staquf-jelang-muktamar-nu-ketua-pwnu-lampung-silaturahmi-saja?page=2