Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Euforia, Penurunan Kasus Harus Dijaga Baik
Satuan Tugas Penanganan Covid 19 meminta masyarakat untuk tidak euforia ketika Covid 19 di Indonesia mengalami penurunan.
Penulis: Suandi | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Corona-virus.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Penanganan kasus lonjakan gelombang kedua Covid-19 pada Juli lalu di Indonesia terbilang cukup baik.
Sejumlah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia terbilang berhasil menekan kasus dalam lonjakan gelombang kedua yang berlangsung dalam kurun waktu dua bulan.
Terbukti dengan menurunnya kasus yang pada minggu ini telah berlangsung selama 11 minggu berturut-turut.
Dikutip dari covid19.go.id, kasus yang terkendali saat ini bukan alasan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lengah agar terhindar dari lonjakan ketiga akibat aktivitas masyarakat yang berangsur normal.
Indonesia masih harus terus belajar dari pengalaman keberhasilan penanganan beberapa negara yang secara cepat mampu mengatasi lonjakan kedua dan ketiga, seperti Jepang, Vietnam, dan Turki.
Baca juga: Satgas Covid: Tekankan Pentingnya Belajar Pola Lonjakan Covid, Kasus Meningkat karena Kegiatan Besar
Baca juga: Hindari Lonjakan Covid Dengan Perketat Prokes, Singapura Alami Lonjakan Karena Abai Pada Prokes
“Kecepatan dan ketepatan penanganan Covid 19 yang dilakukan sebuah negara mengindikasikan ketahanan sistem kesehatannya, serta kemampuan adaptasi seluruh lapisan masyarakatnya terhadap permasalah kesehatan,” kata Wiku Adisasmito, Jubir Satgas Penanganan Covid 19.
Kasus Covid 19 di berbagai negara
India
Di negara ini, kasus Covid 19 sempat meningkat tajam dalam lonjakan kedua dibandingkan lonjakan pertamanya.
Bahkan kasus harian bertambah hingga 414.433 kasus per hari.
Tetapi, kenaikan tersebut akhirnya berhasil turun hingga mencapai 90 persen dalam kurun waktu dua bulan.
Penurunan tersebut bertahan hingga saat ini, yang menandakan penurunan telah bertahan selama lima bulan.
Jepang
Di Jepang kasus lonjakan ketiga naik sangat tajam jika dibandingkan dengan lonjakan pada saat gelombng pertama dan kedua.
Pada lonjakan ketiga berlangsung selama satu bulan dengan kenaikan kasus hingga 26.121 kasus per hari.