Breaking News:

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Tak Euforia, Penurunan Kasus Harus Dijaga Baik

Satuan Tugas Penanganan Covid 19 meminta masyarakat untuk tidak euforia ketika Covid 19 di Indonesia mengalami penurunan.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Hasrul Rusdi
Shutterstock
ILUSTRASI Virus corona 

Jepang

Di Jepang kasus lonjakan ketiga naik sangat tajam jika dibandingkan dengan lonjakan pada saat gelombng pertama dan kedua.

Pada lonjakan ketiga berlangsung selama satu bulan dengan kenaikan kasus hingga 26.121 kasus per hari.

Setelahnya, kasus menurun sebesar 98 persen dalam kurun waktu dua bulan.

Vietnam

Meskipun Vietnam sempat menjadi negara dengan penanganan Covid 19 terbaik di dunia dan hampir berhasil mengeradikasi Covid 19 sepanjang tahun 2020 dan awal 2021, akan tetapi kasusnya mengalami lonjakan selama dua bulan hingga mencapai puncak.

Dan berhasil turun sebesar 73 persen dalam waktu dua bulan.

Turki

Negara Turki mengalami kenaikan kasus selama tiga bulan, kemudian kasus berhasil turun sebesar 93 persen dalam waktu tiga bulan.

Namun, saat ini kasus kembali mengalami peningkatan.

Berdasarkan pengalaman dari keempat negara tersebut di atas, jika menengok ke Indonesia maka penanganan Covid 19 di tanah air terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan India dan Turki.

Hanya dalam waktu dua bulan Indonesia berhasil mengatasi lonjakan kasus kedua.

Untuk penurunan kasusnya, Indonesia bersaing dengan Jepang dengan angka penurunan yang sama, yakni 98 persen.

Perbedaan penurunan kasus lonjakan ini disebabkan karena tantangan yang dihadapi masing-masing negara berbeda.

“Perbedaannya, Indonesia sebagai negara besar membutuhkan waktu lebih lama mencapai 98 persen penurunan, yaitu tiga bulan.”

“Dibandingkan dengan Jepang hanya butuh waktu dua bulan,” ungkapnya.

Secara garis besar tantangan yang dihadapi serupa yakni kemunculan varian delta yang penularannya diperparah dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat.

Kenaikan kasus di berbagai negara

India

Kenaikan kasus Covid 19 disebabkan euforia keberhasilan negara menurunkan kasus di lonjakan pertama.

Dan mengakibatkan masyarakatnya cenderung merasa aman dan kembali melakukan aktivitas tanpa menerapkan protokol kesehatan secara ketat, khususnya untuk kegiatan agama dan politik.

“Karena euforia ini pula, laju vaksinasi cenderung menurun dibanding saat lonjakan kasus pertama.”

“Langkah penanganannya dengan meningkatkan testing, kembali menerapkan wajib masker, menggencarkan vaksinasi, dan menerapkan lockdown,” jelasnya.

Jepang

Lonjakan kasus ketiga Covid 19 di negara Jepang diakibatkan karena paska Olimpiade 2021.

Meskipun telah menerapkan protocol kesehatan secara ketat, tetapi tidak mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih sering berkumpul, berpesta, dan nonton bareng pertandingan olimpiade di restoran, kedai atau bar.

“Jepang berhasil menurunkan kasus setelah menerapkan emergency lockdown tingat nasional, meningkatkan vaksinasi dan testing,” tambahnya.

Vietnam

Kembali normalnya aktivitas masyarakat semakin mempercepat penularan varian delta dan munculnya beragam klaster di negara Vietnam, salah satunya klaster keagamaan.

Euforia ini berakibat pada rendahnya cakupan vaksinasi yang hanya sebesar 1,9 persen.

“Untuk menghadapinya Vietnam melakukan upaya lockdown ketat, pelaksanaan testing masal, dan pengerahan tentara nasional dalam pelaksanaannya,” sambungnya.

Turki

Tradisi keagamaan yang ada pada masayarkat Turki menyebabkan meningkatnya potensi penularan varian delta di tengah masyarakat.

Faktor lain, seperti dibukanya akses bagi turis yang tidak dibarengi dengan skrinning ketat pelaku perjalanan, kewajiban karantina, dan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Turki menghadapinya dengan himbauan massif pelaksanaan protocol kesehatan, dan meningkatkan cakupan vaksinasi,” bebernya.

Indonesia

Di Indonesia sendiri lonjakan kasus terjadi paska liburan Idul Fitri sebagai dampak dari mobilisasi masyarakat yang meningkat serta kegiatan berkumpul dan mengunjungi keluarga.

Kegiatan-kegiatan tersebut memberi ruang penyebaran varian delta di tengah masyarakat.

Menghadapi hal tersebut Indonesia menerapkan kebijakan berlapis, seperti Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan yang disesusaikan dengan kondisi hingga tigkat kabupaten/kota.

Selain itu, juga menerapkan pembatasan perjalanan dalam dan luar negeri, penguatan fasilitas pelayanan kesehatan dengan respon cepat berupa penyediaan obat-obatan dan alat kesehatan, serta penyediaan tempat isolasi terpusat di beberapa daerah dengan kasus yang tinggi.

Penurunan kasus saat ini harus dijaga dan dipertahankan dengan baik.

Justru, protokol kesehatan harus lebih disiplin dan ketat oleh masyarakat dalam beraktivitas.

Dan setiap masyarakat harus diawasi secara ketat pada pelaksanaan prokes, khususnya yang berpotensi meningkatkan penularan seperti, kegiatan kegamaan, wisata, kegiatan sosial dan ekonomi.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved