Breaking News:

2,77 Persen Timbulkan Klaster Tatap Muka, Sekolah Diminta Lakukan Skrinning Kesehatan

Hanya sebesar 2,77 persen sekolah yang timbulkan klaster pembelajaran tatap muka (PTM) dari 47.033 sekolah yang diseurvei.

Ist
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah meminta satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara hati-hati, mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik dari penularan Covid 19.

Mengingat, masih banyak peserta didik di berbagai daerah yang tertular Covid 19 selama PTM dilakukan.

Dikutip dari covid19.go.id pada Jumat (23/9/2021) sehingga sekolah diwajibkan untuk menutup sekolah dan segera dilakukan disinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat jika terbukti ada pesera didik yang tertular Covid 19.

"Sekecil apapun angka kasus yang ada jika tidak ditindaklanjuti dengan baik dengan tracing maupun treatment yang tepat maka akan memperluas penularannya," kata Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19.

Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Paku, Kecamatan Binuang, Polman mengikuti PTM, Senin (6/9/2021).
Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035 Paku, Kecamatan Binuang, Polman mengikuti PTM, Senin (6/9/2021). (Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri)

Baca juga: Kadis Pendidikan Sulbar Sebut PTM Berjalan Lancar dan 90 Persen Guru Sudah Vaksin

Baca juga: Orangtua Siswa Sambut Baik Pelaksanaan PTM: Alhamdulillah Anak-anak Kembali Sekolah

Langkah antisipasi penularan Covid 19 ketika PTM dilakukan

Di sekolah

Sekolah harus melakukan evaluasi penerapan pembatasan.

Khususnya terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti skrinning kesehatan, pengaturan kapasitas dan jarak antar siswa di sekolah.

Sehingga bisa menekan kenaikan kasus yang signifikan.

Perhatikan peluang penularan dari rumah

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved