Wamenaker Minta Pemuda Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja Tapi Pencipta Lapangan Kerja
Ia menyampaikan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ramalan-Shio-kesuksesan-dalam-bisnis-atau-pekerjaan.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan generasi muda perlu mengambil peran aktif dalam menciptakan lapangan kerja, di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional, terutama tingginya peran sektor informal serta kebutuhan peningkatan kualitas tenaga kerja.
Ia menyampaikan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia saat ini masih didominasi sektor informal, dengan lebih dari 155 juta angkatan kerja berada di sektor tersebut.
Sementara jutaan lainnya belum terserap di pasar kerja.
Baca juga: 698 Sapi dan 754 Kambing di Sulbar Cek Kesehatan Sebelum Dikirim ke Kalimantan
Baca juga: Harga Kambing dari Sulbar di Sidrap Tembus Hingga Rp5 Juta per Ekor
Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda.
“Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari angka statistik, tetapi mampu menunjukkan kemampuan melalui tindakan nyata,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada pelantikan Biru Muda Project bertajuk “UNWRAP: From Potential to Impact Conference 2026” di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Menurutnya, kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi penyerapan tenaga kerja.
Oleh karena itu, diperlukan transformasi menyeluruh dalam pembangunan sumber daya manusia agar lebih adaptif terhadap perubahan.
Dalam konteks tersebut, generasi muda didorong untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang melalui inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi melalui penciptaan peluang kerja baru, terutama di era digital,” katanya.
Afriansyah menambahkan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, komunitas, serta media.
Empat Pilar Strategis
Sebagai langkah konkret, Kementerian Ketenagakerjaan pada 2026 menetapkan empat pilar strategis, yaitu penguatan pelatihan vokasi melalui skilling dan reskilling, pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH), perluasan akses pelatihan termasuk bagi penyandang disabilitas, serta peningkatan produktivitas melalui Labor Productivity Clinics.
Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui pendekatan inkubasi untuk mendorong lahirnya wirausaha digital baru.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pelaku ekonomi mandiri yang inovatif, termasuk di sektor ekonomi kreatif dan industri hijau.
“Seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi terintegrasi untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global,” ucap Afriansyah. (*)
| 698 Sapi dan 754 Kambing di Sulbar Cek Kesehatan Sebelum Dikirim ke Kalimantan |
|
|---|
| Harga Kambing dari Sulbar di Sidrap Tembus Hingga Rp5 Juta per Ekor |
|
|---|
| Tarif Sewa Golf Car dan Kursi Roda di Masjidil Haram Tembus Rp926 Ribu |
|
|---|
| Gara-gara Limbah Dapur MBG di Sulbar Banyak Dihentikan 33 Sudah Dicabut Penangguhannya |
|
|---|
| Landmark Taman Literasi di Manakarra Tower Mamuju Dirusaki Tangan Jahil |
|
|---|