Minggu, 3 Mei 2026

698 Sapi dan 754 Kambing di Sulbar Cek Kesehatan Sebelum Dikirim ke Kalimantan

Ternak -ternak itu diperiksa sebelum dikirim ke Kalimantan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 H. 

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 698 Sapi dan 754 Kambing di Sulbar Cek Kesehatan Sebelum Dikirim ke Kalimantan
Tribun-Sulbar.com/Balai Karantina
HEWAN KURBAN - Petugas Karantina saat memeriksa sapi yang hendak dikirim kek Kalimantan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 698 ekor sapi dan 754 ekor kambing telah menjalani serangkaian proses pemeriksaan fisik maupun dokumen di instalasi karantina. 
Ringkasan Berita:
1. Sebanyak 698 ekor sapi dan 754 ekor kambing diperiksa fisik dan kesehatannya oleh Balai Karantina Sulbar.
2. Ternak tersebut akan dikirim ke Kalimantan untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 H.
3. Setiap hewan wajib melewati proses karantina, pemeriksaan fisik, serta verifikasi dokumen guna memastikan bebas dari Hama dan Penyakit Hewan Menular (PHM).
4. Pemeriksaan juga mencakup verifikasi asal-usul hewan dan kelengkapan surat kesehatan dari daerah asal.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebanyak 698 ekor sapi dan 754 ekor kambing dicek fisik dan kesehatannya oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Barat (Karantina Sulbar), sebelum ternak itu dikirim ke Kalimantan.

Ternak -ternak itu akan dikirim ke Kalimantan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Adha 1447 H. 

Hewan menjalani serangkaian proses pemeriksaan fisik maupun dokumen di instalasi karantina.

Baca juga: Sugianto Setuju Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Cegah Nepotisme dan Tersumbatnya Regenerasi

Baca juga: Harga Kambing dari Sulbar di Sidrap Tembus Hingga Rp5 Juta per Ekor

Sesuai prosedur, setiap hewan kurban wajib melewati prosedur karantina yang ketat sebelum diizinkan berlayar. 

Guna memastikan hewan-hewan tersebut bebas dari hama dan penyakit hewan menular (PHM).

"Kami memastikan setiap hewan dalam kondisi sehat dan telah memenuhi seluruh persyaratan dokumen karantina sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan," ujar Dokter Hewan Balai Karantina Sulbar, Muhammad Fauzih, Minggu (3/5/2026).

Kelengkapan Administrasi Juga Diperiksa

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara visual, tetapi juga meliputi verifikasi asal-usul hewan dan kelengkapan administrasi kesehatan dari daerah asal.

Pengawasan intensif ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban. 

Tingginya permintaan hewan kurban dari Sulawesi Barat menuju Kalimantan, aspek kesehatan menjadi prioritas utama guna mencegah penyebaran penyakit antar-pulau.

Karantina Sulbar juga mengimbau kepada para pemilik ternak dan pedagang untuk proaktif melaporkan setiap pengiriman hewan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved