Kasus Covid-19 di Indonesia Turun Selama 8 Minggu Berturut-turut
Kasus Covid 19 di Indonesia mengalami penurunan selama delapan minggu berturut-turut. Bahkan di minggu ini mengalami penurunan sebanyak 88,9 persen.
Penulis: Suandi | Editor: Muhammad Husain Sanusi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Juru-Bicara-Satgas-Penanganan-Covid-19-Prof-Wiku-Adisasmito.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Penanganan Covid 19 di Indonesia pada puncak gelombang kedua membuahkan hasil yang baik.
Terbukti dengan perkembangan kasus positif yang terus menurun dari minggu ke minggu.
Dikutip dari covid19.go.id, kasus nasional Covid 19 mengalami penurunan selama delapan minggu berturut-turut.
Kasus minggu ini menurun hingga 88,9 persen dibandingkan dengan puncak kedua.
Baca juga: Rapat Koordinasi Strategis Pimpinan Daerah Sulbar Berfokus Pada Penanganan Covid-19
Baca juga: DJPb: Rp 576 Miliar Dana Desa di Sulbar 2021 untuk Penanganan Covid-19 dan BLT
Tak hanya itu, kasus minggu ini lebih rendah dari puncak pertama hingga mendekati titik terendah pada 10 Mei 2021.
"Perkembangan ini dapat terjadi karena pemerintah bekerja cepat untuk menyusul kebijakan dan semua lapisan masyarakat bekerja sama dan menyesuaikannya dengan disiplin," ucap Wiku Adisasmito, Jubir Satgas Penanganan Covid 19.
Langkah-langkah yang dilakukan saat terjadi lonjakan gelombang kedua
1. Melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-4 yang dimulai pada 26 Juli 2021 hingga sekarang
2. Melakukan pengaturan terhadap perjalanan baik di dalam negeri maupun internasional.
3. Meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan dengan meningkatkan:
- Jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan hingga mencapai 116.939 tempat tidur
- Memenuhi kebutuhan tabung oksigen dan ventilator
- Pemerataan suplai dan donasi isotank serta oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan
4. Memberdayakan tenaga kesahata, seperti dokter magang dan perawat yang belum mengikuti ujian komptensi dengan supervisi perawat senior.
5. Membuka ruang isolasi terpusat dengan kapasitas mencapai lebih dari 20 ribu tempat tidur yang tersebar di seluruh Indonesia.
Upaya testing dan tracing
Testing terus ditingkatkan hingga mencapai hampir 1 juta orang yang diperiksa dalam 1 minggu.
Dan jumlah laboratorium juga meningkat dengan jumlah laboratorium saat ini mencapai 796.
Cakupan vaksinasi
Untuk mencegah lonjakan cakupan vaksinasi juga terus ditingkatkan hingga mencapai 10 juta orang per hari sejak Agustus 2021.
Selain itu, pemerintah juga akan terus mengupayakan kecukupan stok vaksin secara nasional dan meningkatkan cakupan pemerataan vaksin.
Pembelajaran yang bisa dipetik dari penanganan lonjakan Covid 19
1. Bersikap adaptif dan melakukan pembaharuan sesuai dengan data nyata di lapangan.
2. Melakukan upaya yang komprehensif
Upaya komprehensif ini berarti seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama, seperti pembentukan Satgas di desa dan kelurahan serta di setiap fasilitas umum.
Karena satuan petugas Desa/Kelurahan ini merupakan fasilitas penting untuk mendukung pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan.
Saa ini baru sekitar 41 persen desa yang telah membentuk posko di Indonesia.
3. Menerapkan pendekatan dua arah
Pendekatan dua arah ini dilakukan dengan menghubungkan kontrol terkecil di daerah dengan tingkat nasional.
Indonesia terus melakukan pembenahan terhadap implementasi berbagai kebijakan nasional pengendalian Covid 19 yang ada.
"Kami telah melewati lonjakan kasus dan saat ini tugas besar kami adalah mencegah lonjakan kasus lainnya," terang Wiku.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)