RS Pratama Majene
Drainase RS Pratama Majene Buruk, Rumah Warga Salutambung Ulumanda Kebanjiran
Salah seorang warga Desa Salutambung Nurmalasari (19) mengaku, rumahnya kerap dimasuki air bercampur lumpur jika hujan deras.
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Rumah-warga-Desa-Salutambung-Kecamatan-Ulumanda-Kabupaten-Majene-saat-tergenang-air.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Rumah warga Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, kebanjiran setiap hujan deras.
Hal tersebut disebabkan buruknya saluran air atau drainase Rumah Sakit (RS) Pratama Majene.
Aliran air dari rumah sakit yang dibangun tahun 2020 lalu, merembes ke rumah warga.
Baca juga: Warga Salutambung Segel RS Pratama Majene, Tuntut Perbaikan Sanitasi
Baca juga: Polman dan Mamasa Rawan Longsor, BPBD Sulbar: Kita Siaga 24 Jam
Salah seorang warga Desa Salutambung Nurmalasari (19) mengaku, rumahnya kerap dimasuki air bercampur lumpur jika hujan deras.
"Setiap hujan deras, beberapa menit saja pasti banjir. Warga di sini selalu was-was kalau hujan lagi," ujar Numalasari kepada Tribun-Sulbar.com melalui telepon, Selasa (7/9/2021) malam.
Ia mengatakan, sekitar 10 rumah yang paling dekat dengan rumah sakit itu.
Termasuk rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter.
"Ada sekitar 10 rumah yang paling dekat. Selalu banjir," ucapnya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Majene segera membangun sanitasi air rumah sakit milik Pemda Majene ini.
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar unjuk rasa, Sabtu (4/9/2021).
Mereka menuntut perbaikan sanitasi Rumah Sakit (RS) Pratama.
Unjuk rasa ini hingga berbuntut penyegelan rumah sakit bertipe D itu.
Warga menilai, pembangunan rumah sakit itu melanggar ketentuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, dr Rakhmat Malik menjelaskan, pengerjaan sanitasi RS Pratama terkendala keterbatasan anggaran.
"Terbatas anggaran tahun 2020. Tapi kami sudah upayakan mudah-mudahan di APBD perubahan 2021 ada untuk perbaikan drainase," ujar dr Rakhmat Malik kepada Tribun-Sulbar.com melalui telepon, Sabtu (4/9/2021).