BPBD Sulbar

Polman dan Mamasa Rawan Longsor, BPBD Sulbar: Kita Siaga 24 Jam

"Kalau kabupaten minta bantuan kita langsung turun dan personil selalu siaga 24 jam," ungkap Inaldy.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Ist/Tribun-Sulbar.com
Tanah longsor di Bukit Marano, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Hampir semua wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) rawan bencana banjir dan longsor jika intensitas hujan tinggi.

Hal tersebut, disampaikan Analis Data dan Informasi BPBD Sulbar, Inaldy L.S. Si'lang, Senin (6/9/2021).

Inaldy menegaskan bahwa selain bencana gempa wilayah Sulbar paling rawan banjir dan longsor.

"Lebih dominan tingkat kerawanannya di Polman dan Mamasa," kata Inaldy.

Tapi, daerah lain juga cukup rawan banjir dan longsor.

Baca juga: Longsor di Desa Tubo Tengah, Polres Majene Terapkan Buka Tutup Jalan

Baca juga: BPBD Sulbar Salurkan Bantuan Sembako ke Mamuju, Polman dan Mamasa

Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar senantiasa siaga jika kemungkinan terjadi bencana.

"Kalau kabupaten minta bantuan kita langsung turun dan personil selalu siaga 24 jam," ungkap Inaldy.

Seperti saat ini ada sekitar 100 personil BPBD Sulbar terbagi beberapa wilayah dalam membantu BPBD kabupaten.

Sebagian, berada di Mamuju Kecamatan Kalukku, Mamasa Kecamatan Tabulahan, dan Polewali Mandar.

"Bantuan juga sementara kita salurkan berupa kebutuhan pokok," bebernya.

Bukan hanya itu, kebutuhan bayi dan ibu hamil juga disalurkan diberbagai daerah terdampak banjir dan longsor.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat dengan data disampaikan BMKG bahwa intensitas hujan tinggi maka perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Termasuk mengurangi aktivitas lahan, para petani juga yang membuka lahan langsung menanam. Jangan dibiarkan saja," tandasnya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved