RS Pratama Majene
Warga Salutambung Segel RS Pratama Majene, Tuntut Perbaikan Sanitasi
RS Pratama merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Majene yang dibangun akhir tahun 2020 berlokasi di Desa Salutambung, Ulumanda, Majene.
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-Desa-Salutambung-Kecamatan-Ulumanda-segel-rumah-sakit.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Warga Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar unjuk rasa, Sabtu (4/9/2021).
Mereka menuntut perbaikan sanitasi Rumah Sakit (RS) Pratama.
Pasalnya, sejumlah warga mengeluhkan sistem sanitasi rumah sakit itu.
Aliran air dari rumah sakit merembes ke rumah warga yang tinggal di sekitar lokasi rumah sakit.
Baca juga: Berikut Jadwal Tes SKD CPNS 2021 dan PPPK 2021 di LPMP Sulbar Majene
Baca juga: Update Covid-19 Majene Jumat 3 September 2021: Total Pasien Positif Tembus 1009
RS Pratama merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Majene yang dibangun akhir tahun 2020 berlokasi di Desa Salutambung, Ulumanda, Majene.
Unjuk rasa ini berbuntut penyegelan rumah sakit tipe D tersebut.
Koordinator Aksi,Aco Nursyamsu, mengatakan, pembangunan rumah sakit itu melanggar ketentuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).
"Kami menuntut pemerintah memperbaiki pembuangan saluran air dan menjalankan kewajiban UKL-UPL di RS Pratama dengan baik," ujar Aco
Ia mengaku, akan terus menyegel rumah sakit itu hingga ada kepastian pengerjaan sanitasi.
Jika hal itu tidak dilaksanakan oleh pemerintah awal September, maka warga meminta Dinas Lingkunhan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Majene mencabut izin amdal RS Pratama.
Warga juga menolak rencana pemerintah menjadikan RS Pratama sebagai tempat isloasi pasien Covid-19.
Mereka khawatirkan akan mengganggu ketenangan masyarakat sekitar.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, dr Rakhmat Malik menjelaskan, pengerjaan sanitasi RS Pratama terkendala keterbatasan anggaran.
"Terbatas anggaran tahun 2020. Tapi kami sudah upayakan mudah-mudahan di APBD perubahan 2021 ada untuk perbaikan drainase," ujar dr Rakhmat Malik kepada Tribun-Sulbar.com melalui telepon, Sabtu (4/9/2021).
Ia mengatakan, bukan hanya saluran sanitasi, tapi akses menuju rumah sakit juga belum baik.