Wapres Berbaju Adat Mandar
MAKNA Baju Adat Mandar yang Dipakai Wapres Ma'ruf Amin, Punya Nilai Filosofis Tinggi
Sedangkan, Songkok Bone (Sokko Biring) warna hitam dengan pinggiran emas yang cukup lebar juga melambangkan ketokohan atau seorang pemimpin.
Penulis: Nasiha | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Wapres-Maruf-Amin-menggunakan-baju-adat-mandar.jpg)
Motif yang digunakan biasanya corak raja, corak biji delima, atau batu dadzima.
Untuk aksesori atau hiasan, mengenakan sanggul yang dilingkari hiasan bunga.
Kemudian pada pinggul memakai kawari yang dilengkapi dengan ikat pinggang yang disebut Sima-Simang.
Kalung koin emas juga menghiasai leher, serta Gallang Balleq sebagai gelang di kedua pergelangan tangan.
Sedangkan busana pria Mandar lebih sederhana karena hanya terdiri dari baju jas tutup terbuat dari bahan sutera bercorak bebas dengan warna hitam atau warna cerah.
Untuk hiasan pelengkapnya yaitu penutup kepala berwarna hitam dengan beberapa motif sebagai hiasan.
Bajumua juga ditambahkan juga kain sarung tenun yang dililit pada pinggang.
Busana Pattuqduq Towaine untuk pria sengaja dibuat sederhana karena ingin menunjukkan bahwa seorang laki-laki harus gesit dan cekatan,
Terutama dalam bekerja. (*)