Selasa, 5 Mei 2026

Wapres Berbaju Adat Mandar

MAKNA Baju Adat Mandar yang Dipakai Wapres Ma'ruf Amin, Punya Nilai Filosofis Tinggi

Sedangkan, Songkok Bone (Sokko Biring) warna hitam dengan pinggiran emas yang cukup lebar juga melambangkan ketokohan atau seorang pemimpin.

Tayang:
Penulis: Nasiha | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto MAKNA Baju Adat Mandar yang Dipakai Wapres Ma'ruf Amin, Punya Nilai Filosofis Tinggi
YouTUbe Sekretariat Presiden
Wapres Ma'ruf Amin menggunakan baju adat mandar saat menghadiri rapat bersama DPD RI dan DPR RI di Jakarta, Senin (16/8/2021) 

Motif yang digunakan biasanya corak raja, corak biji delima, atau batu dadzima.


Untuk aksesori atau hiasan, mengenakan sanggul yang dilingkari hiasan bunga.

Kemudian pada pinggul memakai kawari yang dilengkapi dengan ikat pinggang yang disebut Sima-Simang.

Kalung koin emas juga menghiasai leher, serta Gallang Balleq sebagai gelang di kedua pergelangan tangan.

Sedangkan busana pria Mandar lebih sederhana karena hanya terdiri dari baju jas tutup terbuat dari bahan sutera bercorak bebas dengan warna hitam atau warna cerah.

Untuk hiasan pelengkapnya yaitu penutup kepala berwarna hitam dengan beberapa motif sebagai hiasan.

Bajumua juga ditambahkan juga kain sarung tenun yang dililit pada pinggang.

Busana Pattuqduq Towaine untuk pria sengaja dibuat sederhana karena ingin menunjukkan bahwa seorang laki-laki harus gesit dan cekatan,

Terutama dalam bekerja. (*)

 

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved