Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Wapres Berbaju Adat Mandar

MAKNA Baju Adat Mandar yang Dipakai Wapres Ma'ruf Amin, Punya Nilai Filosofis Tinggi

Sedangkan, Songkok Bone (Sokko Biring) warna hitam dengan pinggiran emas yang cukup lebar juga melambangkan ketokohan atau seorang pemimpin.

Tayang:
Penulis: Nasiha | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto MAKNA Baju Adat Mandar yang Dipakai Wapres Ma'ruf Amin, Punya Nilai Filosofis Tinggi
YouTUbe Sekretariat Presiden
Wapres Ma'ruf Amin menggunakan baju adat mandar saat menghadiri rapat bersama DPD RI dan DPR RI di Jakarta, Senin (16/8/2021) 

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Misbah Sabaruddin

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin ikut menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD Tahun 2021 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Senin (16/08/2021).

Wapres nampak memakai baju adat mandar Pattuqduq Towaine.

Terdiri dari Sokko Biring, Sarung Sutera Mandar, Rantai untuk kancing Baju dan ikat Pinggang kain.

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene M Yassin juga menjelaskan Sarung Sutera Mandar Merah yang dikenakan Ma'ruf Amin ialah jenis corak Padzadza (Sureq Padzadza).

Sarung Sutera Mandar Sureq Padzadza memang dikenal dengan ciri khas warna merah.

Sureq Padzadza ini dulunya hanya dikenakan oleh kaum bangsawan.

Juga melambangkan ketokohan seseorang.

Wapres Maruf Amin kenakan pakaian adat pria mandar
Wapres Maruf Amin kenakan pakaian adat pria mandar (Tribunnews)

Sedangkan, Songkok Bone (Sokko Biring) warna hitam dengan pinggiran emas yang cukup lebar juga melambangkan ketokohan atau seorang pemimpin.

"Tuppungi dzai keemasannya, siccoi malotonna (emasnya lebih banyak dari warja hitam) itu menandakan seorang pemimpin," ujar M Yassin kepada Tribun-Sulbar.com melalui telepon, Senin (16/8/2021).

Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene, Muhammad Yassin
Kepala Bidang Pengembangan Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene, Muhammad Yassin (Ilham Mulyawan/Tribun-Sulbar.com)

Bahan baku Songkko Biring ialah Pohon Manyang (Pohon Aren) dibuat dengan cara dianyam.

Bahan baku berasal dari Mandar, Sulawesi Barat lalu songkok ini banyak diproduksi di Kabupaten Bone, Sulsel.

Untuk jas hitam, orang mandar dulunya memang selalu mengenakan jas hitam tutup di acara resmi maupun acara kebudayaan.

Cuma ia menyayangkan, Ma'ruf Amin tidak memakai gayang (keris) mandar.

Sarungnya juga terlihat tidak diikat.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved