Sekolah Online
Siswi SMAN 2 Majene Ngaku Makin Bodoh Selama Bejalar Daring
Nurhikmah mengaku, sejak duduk di bangku SMA tahun 2019, belum pernah belajar tatap muka.
Penulis: Nasiha | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Siswi-SMA-Negeri-2-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Hampir dua tahun pembelajaran tatap muka ditiadakan.
Akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan.
Pemerintah masih memilih kebijakan pembelajaran daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan).
Berlaku pada semua tingkat, dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Belum ada tanda-tanda pembelajaran jarak jauh berakhir.
Baca juga: Pelajar Mamasa Terpaksa Manjat Gunung Agar Bisa Belajar Online
Baca juga: 2 Tahun Belajar Online, Yoga Siswa SD di Mamuju Belum Tahu Nama Guru Satu Pun
Apalagi pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sesuai Instruksi Menteri Dalam (Inmendagri) Negeri Nomor 26 tahun 2021 terkait PPPKM level 3, level 2 dan level 1 tertanggal 25 Juli 2021.
Kabupaten Majene masuk kategori PPKM level 3.
Beberapa hal diatur dalam Inmendagri tersebut.
Termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring.
Kondisi yang berkepanjangan ini, membuat siswa mulai bosan dengan model belajar daring.
Salah satunya, siswi kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Majene, Nurhikmah.
Nurhikmah mengaku, sejak duduk di bangku SMA tahun 2019, belum pernah belajar tatap muka.
Saat ini sudah duduk di bangku kelas dua, dia mulai bosan dan kesulitan belajar dari rumah.
"Bosan sama bikin tambah bodoh ki," ujar Nurhikma kepada Tribun-Sulbar.com, Sabtu (31/7/2021).