Belajar Online
Pelajar Mamasa Terpaksa Manjat Gunung Agar Bisa Belajar Online
Agar bisa belajar online, para siswa terpaksa naik gunung mencari jaringan internet.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Siswa-Belajar-di-atas-Gunung.jpg)
TRIBUN-SULNAR.COM, MAMASA - Sudah lebih dari setahun dampak pandemi Covid-19 dirasakan masyarakat di semua daerah di Indonesia.
Pendemi corona virus disease 2019 (Covid-19), tidak hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Seluruh proses pembelajaran di sekolah pun dialihkan ke metode dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).
Tapi, ironisnya tidak semua daerah memiliki akses jaringan internet.
Satu diantaranya adalah Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Kecamatan Mehalaan, berada kurang lebih 60 Km di sebelah barat Kota Mamasa.
Hampir semua desa di Kecamatan Mehalaan, tidak bisa mengakses jaringan internet.
Agar bisa belajar online, para siswa terpaksa naik gunung mencari jaringan internet.
Baca juga: 2 Tahun Belajar Online, Yoga Siswa SD di Mamuju Belum Tahu Nama Guru Satu Pun
Baca juga: 2 Tahun Pandemi Covid-19, Siswa di Polewali Mandar Mulai Bosan Sekolah Online
Seperti yang dialami Lasmi, siswi kelas XII SMAN 1 Mehalaan.
Lasmi terpaksa naik gunung guna mengakses internet.
Masyarakat sekitar mengenal gunung itu dengan sebutan Saile.
Jaraknya kurang lebih 700 meter dari Ibukota Kecamatan Mehalaan.
Di atas gunung itu terdapat sebuah pondok milik petani.
Pondok itu dimanfaatkan Lasmi dan beberapa pelajar lainnya, sebagai tempatnya berteduh sembari belajar online.
Lasmi mengaku, sejak pandemi Covid-19 dia belajar online di gunung itu.