TOPIK
Ngobrol Bisnis
-
BRILink kata dia, sangat membantu masyarakat, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
-
Persepsi masyarakat pada umumnya bahwa bisnis wedding identik dengan perempuan maupun transgender.
-
"Setelah menikah, saya bersama istri diberi modal sama mertua, jadi mertua yang dorong saya untuk usaha," ucap Aldi.
-
Aldi Sardin mengatakan, pihaknya menyediakan beragam konsep untuk pernikahan mulai dari adat Mandar, adat Bugis hingga adat Jawa.
-
"Karena memang untuk menjadi sempurna itu tidak bisa, sebab kesempurnaan hanya milik Allah," kata Satria dalam candaanya.
-
"Karena pada umumnya kopi itu sudah menjamur khsusunya kedai-kedai Coffee Shop," ungkap Satria.
-
Bagi anda penikmat kopi, bisa berbagi cerita dan pertanyaan dalam program malam ini.
-
"Makanan ini sangat jarang di Mamuju jadi sangat cocok untuk dijual," ungkap pria asal Kalukku ini saat hadir di studio TribunSulbar.com.
-
"Setelah salat magrib saya mulai jualan di sana, biasanya sampai pukul 23.00 Wita setiap harinya," kata Yudha.
-
Bagi anda yang tertarik dengan dunia bisnis kuliner bisa berbagi cerita dan pertanyaan.
-
Bagi anda yang tertarik kembangkan usaha motif sa'be bergaya muda dan modern bisa berbagi cerita dan pertanyaan.
-
"Saya ingat di bulan Maret 2020, permintaan meningkat, bahkan tembus 300 botol dalam satu bulan," ungkap Saharuddin.
-
Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut mengatakan, madu yang diproduksi merupakan madu murni atau madu hutan tanpa pemanasan.
-
Seputar omset dan tantagan kesulitan yang dihadapi dalam pengembangan bisni madu akan dibahas tuntas.
-
Menurutnya di era pandemi Covid-19 salah satu usaha yang sangat berpeluang yaitu UMKM.
-
Sebelum membuka salon kecantikan mobil tersebut, Dedi Sunardi melakukan obserpasi potensi bisnis untuk dikembangkan di Kota Mamuju.
-
Program diskusi Ngobis Tribun-Sulbar.com membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mempromosikan usahanya.
-
Dia bercerita perjalanannya membangun bisnis makanan Ayam Geprek Weka-Weka hingga mampu membangun 10 outlet.
-
Pebisnis berdarah Jawa kelahiran Kelahiran Wonomulyo, Kabupaten Polman tersebut, sudah memiliki outlet Ayam Geprek Weka-Weka di tiga Kabupaten di Sulb
-
Program ini memberikan ruang kepada para pelaku usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produknya.
-
Baginya pendidikan juga harus diutamakan untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi diri.
-
Kehadiran mall outdoor tersebut diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat Sulawesi Barat yang ingin main dan jalan-jalan ke mall.
-
Merasa sudah memiliki banyak pengalaman, ayah dua anak ini memutuskan merintis usaha sendiri juga dibidang konstruksi tahun 2017.
-
Kedatangannya mengisi acara Ngobrol Bisnis (Ngobis) Tribun-Sulbar.com "Pemuda dan Bisnisnya di Masa Pandemi Covid-19.
-
"Harganya juga beragam mulai Rp 9 ribu, Rp 11 ribu dan Rp 13 ribu. Ditambah lima ragam sambel bisa dipilih pembeli," bebernya.
-
"Ada juga di Malunda Majene, tapi sebagai mitra di sana," kata Hutri dalam acara Ngobrol Bisnis di Studio Tribun-Sulbar.com, Selasa (14/9/2021).
-
Pria asal Polman ini menceritakan, mengembangkan usahanya di masa pandemi cukup berat.
-
Program ini memberikan ruang kepada para pelaku usaha dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produknya.
-
"Pada saat buka setelah gempa itu, ternyata banyak pelanggan yang datang minta di creambath untuk perawatan," ucapnya.
-
Awal mula perjalanan bisnisnya itu dimulai dengan photography hingga berkembang ke bisnis salon kecantikan diberi nama Mawo.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved