Polman Banjir
Banjir Rendam Rumah Warga di Matakali Polman, Air Belum Surut hingga Pagi
Ewin berharap pemerintah kecamatan dapat segera membenahi saluran air yang sering tersumbat sampah.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/sore-jh.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sejumlah rumah warga di Dusun Kappung Tangga, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman terendam banjir akibat luapan sungai usai hujan deras sejak Rabu malam. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa dan belum surut hingga Kamis pagi.
- Banjir yang merendam permukiman warga di Matakali diduga diperparah saluran air yang tersumbat sampah.
- Warga menyebut kawasan tersebut menjadi langganan banjir karena posisi permukiman lebih rendah dan saluran air terganggu pasca pelebaran jalan.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Sejumlah rumah warga di Dusun Kappung Tangga, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) nampak terendam banjir, Kamis (11/6/2026)
Pantauan Tribun-Sulbar.com, nampak ketinggian air mencapai betis orang dewasa.
Banjir disebabkan luapan sungai di belakang rumah warga setelah hujan deras terjadi pada Rabu (10/6/2026) malam.
Rumah warga yang berada di pinggir Jl Trans Sulawesi ini nampak masih terendam banjir hingga pagi.
Baca juga: Statistik Jadi Bukti, Lini Serang Prancis Disebut Paling Mengerikan di Piala Dunia 2026
Baca juga: Penelaah Teknis Kebijakan BPKAD Sulbar Bekali Operator E-BMD Tata Kelola Aset Sekolah
Air tak kunjung surut lantaran saluran pembuangan air atau selokan nampak tersumbat sampah.
Bahkan akses jalan ke MAN 2 Matakali harus ditutup dengan palang bambu karena tergenang banjir.
Seorang warga, Ewin menyampaikan intensitas hujan cukup tinggi terjadi pada kemarin sore hingga malam.
“Banjirnya terjadi tadi malam, pagi ini belum juga surut masih merendam sebagian rumah warga,” kata Ewin kepada wartawan.
Dia menyebut sejumlah rumah terendam banjir ini sudah menjadi langganan tiap hujan intensitas tinggi.
Lantaran kawasan di Kampung Tangga ini termasuk rendah sehingga jadi langganan banjir.
Ewin berharap pemerintah kecamatan dapat segera membenahi saluran air yang sering tersumbat sampah.
"Lantaran saluran atau got buntu, air tidak mengalir jadi lama baru surut, gatal-gatal kaki ini," ungkapnya.
Dia menambahkan saluran air jadi buntu sejak adanya pelebaran dan pembangunan jalan dan maraknya tumpukan sampah.
Hal itu menutup sebagian saluran air, serta membuat jalan semakin tinggi dari permukaan sebelumnya.
Membuat sejumlah rumah warga semakin rendah dari bahu jalan, akhirnya menjadi langganan banjir.
Ewin mengungkapkan, sejumlah tanaman hias atau bunga mati terendam banjir, belum lagi, anak-anak diserang penyakit gatal pada bagian kulit kaki.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
| 3 Hari Terisolir Longsor, Akses Jalan Matangga Polman Sudah Dapat Dilalui Kendaraan |
|
|---|
| Atasi Banjir Kota Polewali, PUPR Polman Alokasikan Rp 2,2 Miliar Bangun Jalur Pengalihan Air |
|
|---|
| Pemkab Polman Digugat Warganya Sendiri Gara-gara Tumpuk Sampah, Sidang Perdana Hadirkan 1 Saksi |
|
|---|
| Polman Keren! TPA Sattoko Dilengkapi Mesin Pengolah Sampah Jadi Paving Blok, Beroperasi Juli 2023 |
|
|---|
| Wonomulyo Polman Banjir Sampah, DLHK Janji Segera Bersihkan Saluran Irigasi |
|
|---|