Kasus DBD Polman
Dinkes Polman Catat 563 Kasus DBD Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia
Jumlah kasus DBD di Polman sepanjang tahun 2025 ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan 2024 lalu sebanyak 1.037 kasus.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Petugas-melaksanakan-fogging-berlangsung-di-Desa-Ugi-Baru.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dinkes Polman mencatat 563 kasus DBD sepanjang 2025, turun sekitar 50 persen dibanding 2024 yang mencapai 1.037 kasus.
- Kecamatan Wonomulyo tercatat terbanyak dengan 115 kasus, sementara satu korban meninggal di Tapango memiliki penyakit bawaan.
- Penurunan kasus berkat kerja sama PKM dengan pemerintah desa dan kesadaran masyarakat menerapkan pencegahan 3M plus.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat sebanyak 563 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025, Senin (30/12/2025).
Satu orang positif DBD di Kecamatan Tapango, dilaporkan meninggal dunia di tahun ini.
Kecamatan Wonomulyo menjadi daerah terbanyak 115 terjangkit DBD, disusul Campalagian 59 kasus.
Baca juga: Update Kasus DBD Sulbar, Tertinggi Polman 457 Kasus dan Mamuju 202, Terendah Mamasa 5 Kasus
Kemudian Kecamatan Tinambung 44 kasus, Polewali 41 kasus, Binuang 37 kasus, Pekkabata 34 kasus.
Jumlah kasus DBD di Polman sepanjang tahun 2025 ini mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan 2024 lalu sebanyak 1.037 kasus.
Pengelolaan DBD Dinkes Polman, Syaiful mengatakan untuk tahun ini tidak ada daerah ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Kalau kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, ada penurunan sekitar 50 persen, tahun ini alhamdulilah tidak ada KLB," kata Syaiful kepada wartawan.
Dia menjelaskan di tahun 2024 lalu, daerah Ambopadang ditetapkan KLB DBD selama satu bulan, lantaran melonjaknya kasus.
Untuk tahun 2025, DBD di Polman alami penurunan, meski sempat meningkatkan mulai Juli, Juni, Agustus.
Syaiful menerangkan DBD meningkat mulai Juli lantaran adanya musim pancaroba atau peralihan musim hujan.
Sementara untuk kasus meninggal dunia di Tapango kata Syaiful, korban memiliki penyakit bawaan lainnya.
"Memang ada satu kasus meninggal dunia tapi setelah kita investigasi di lapangan, pasien tersebut ada penyakit lain yang lebih parah," ungkapnya.
Dia menyebut penurunan DBD di Polman berkat kerja sama antara Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) tiap wilayah dengan pemerintah desa/ kelurahan.
Syaiful menambahkan masyarakat harus sadar diri menerapkan 3 M plus sebagai pencegahan.