Rabu, 22 April 2026

Tewas Tergantung

Warga Desa Pulliwa Polman Tewas Tergantung di Kebun Durian, Diduga Alami Depresi

Hasil penyelidikan polisi di tempat kejadian perkara, juga tidak menemukan adanya benda mencurigakan.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Warga Desa Pulliwa Polman Tewas Tergantung di Kebun Durian, Diduga Alami Depresi
Tribun-Sulbar.com/Polsek Wonomulyo
GANTUNG DIRI - Warga inisial KN (59) ditemukan tewas dengan cara tergantung di pohon kebun Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (9/12/2025) tadi malam. Dok Polsek Wonomulyo. 

Ringkasan Berita:
  • Petani Tewas Gantung Diri: KN (59), seorang petani lansia di Desa Pulliwa, Polman, ditemukan tewas tergantung di kebun durian pada Selasa malam (9/12/2025).
  • Dugaan Motif Depresi: Polisi menduga aksi ini karena korban mengalami depresi dan gangguan kesehatan selama bertahun-tahun pasca tertimpa buah kelapa.
  • Pemeriksaan & Penolakan Autopsi: Tim medis hanya menemukan luka jerat di leher. Keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Polisi mengungkap warga inisial KN (59) nekat gantung diri lantaran alami gangguan kesehatan, diduga depresi selama beberapa tahun terakhir, Rabu (10/12/2025).

Korban ditemukan tewas dengan cara tergantung di pohon kebun Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (9/12/2025) tadi malam.

Pihak kepolisian dan petugas kesehatan tidak menemukan adanya luka pada tubuh korban.

Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Desa Pulliwa Polman Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Durian

Hanya luka pada bagian leher akibat jeratan tali, korban tergantung di atas pohon hingga tewas.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, polisi menduga korban alami gangguan kesehatan dan depresi.

"Korban beberapa tahun terakhir mengalami gangguan kesehatan pasca tertimpa buah kelapa, kondisi yang kerap membuatnya kehilangan kesadaran," kata Pamapta Polsek Wonomulyo, Ipda Kamaruddin.

Dia menyampaikan hasil keterangan pihak keluarga, korban selama ini tidak perna mengeluhkan sesuatu hal.

Namun korban kata Kamaruddin sering alami kehilangan kesadaran, dugaan depresi usai musibah tertimpa buah kelapa.

Hasil penyelidikan polisi di tempat kejadian perkara, juga tidak menemukan adanya benda mencurigakan.

Pihak keluarga menolak adanya autopsi terhadap jenazah dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Sebelumnya diberitakan, korban merupakan seorang petani setempat yang sudah berusia lanjut atau Lansia.

Informasi mengenai penemuan jenazah pertama kali diterima Polsek Wonomulyo sekitar pukul 19.30 Wita. 

Tim gabungan Piket Polsek Wonomulyo langsung menuju lokasi kejadian yang berada cukup jauh dari rumah korban.

Pamapta Polsek Wonomulyo, Ipda Kamaruddin, menyampaikan korban sempat pamit kepada istrinya, Halisa (55), untuk pergi berkebun sekitar pukul 11.30 Wita. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved