Jumat, 22 Mei 2026

Berita Polman

Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan, Dirawat Seadanya, Butuh Pertolongan

Hidupnya bergantung pada Rusli dan sejumlah tetangga yang bergantian merawat.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan, Dirawat Seadanya, Butuh Pertolongan
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
KANKER - Seorang wanita bernama Mori (80) hidup memprihatinkan akibat derita penyakit kanker payudara. Saat ini Mori tinggal di rumah pria bernama Rusli (49) warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polman, Sulbar, Sabtu (6/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Mori (80) di Polman hidup memprihatinkan karena kanker payudara dan keterbatasan biaya.
  • Seluruh aktivitasnya dibantu Rusli dan warga sekitar.
  • Kondisinya memburuk dan belum mendapat perawatan optimal karena masalah ekonomi.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Seorang wanita bernama Mori (80) hidup memprihatinkan akibat derita penyakit kanker payudara dan hanya mendapat perawatan seadanya karena keterbatasan biaya, Sabtu (6/12/2025).

Saat ini Mori tinggal di rumah pria bernama Rusli (49) warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Rusli merupakan suami dari almarhum ponakan Mori.

Baca juga: Rahasia Ubi Jalar Cemilan Tradisional Jaga Berat Badan, Sehatkan Jantung dan Lawan Kanker

Baca juga: Dharma Wanita di Majene Minta Suami Dukung Istri Periksa Kanker Serviks dan Payudara, Ada Apa?

Sehari-hari Mori hanya dapat terbaring lemah, seluruh aktivitas hidupnya hanya dapat dilakukan dengan bantuan orang lain.

Mori diketahui tidak lagi memiliki sanak keluarga. 

Hidupnya bergantung pada Rusli dan sejumlah tetangga yang bergantian merawat.

"Tiga bersaudara, yang lain sudah tidak ada, sekarang sudah sebatang kara, jadi untuk makan, mandi dan buang kotoran harus dibantu, gantian warga merawat," kata Rusli kepada wartawan.

Rusli menceritakan awal mula Mori menderita penyakit beberapa tahun lalu saat berada di Malaysia.

Mori baru meminta dibawa ke klinik untuk memeriksakan diri usai merasakan sakit tak tertahankan di dada.

Sesampainya di klinik, dokter yang melakukan pemeriksaan menyarankan agar segera operasi.

 Dokter menyampaikan jika penyakit yang diderita Mori sudah parah.

“Kata dokter, sakitnya sudah lama hanya saja tidak cepat diperiksakan, jadi kondisinya sudah parah. Waktu itu disarankan agar segera operasi namun biayanya cukup banyak," ujar Rusli.

Namun sayang, saran dokter untuk segera operasi tidak dilakukan karena keterbatasan biaya.

Rusli lalu memutuskan membawa Mori pulang ke Indonesia. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved