Berita Polman
Lansia Penderita Kanker di Polman Hidup Memprihatinkan, Dirawat Seadanya, Butuh Pertolongan
Hidupnya bergantung pada Rusli dan sejumlah tetangga yang bergantian merawat.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Seorang-wanita-bernama-Mori-80-hidup-memprihatinkan-akibat-derita-penyakit-kanker-payudara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mori (80) di Polman hidup memprihatinkan karena kanker payudara dan keterbatasan biaya.
- Seluruh aktivitasnya dibantu Rusli dan warga sekitar.
- Kondisinya memburuk dan belum mendapat perawatan optimal karena masalah ekonomi.
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Seorang wanita bernama Mori (80) hidup memprihatinkan akibat derita penyakit kanker payudara dan hanya mendapat perawatan seadanya karena keterbatasan biaya, Sabtu (6/12/2025).
Saat ini Mori tinggal di rumah pria bernama Rusli (49) warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Rusli merupakan suami dari almarhum ponakan Mori.
Baca juga: Rahasia Ubi Jalar Cemilan Tradisional Jaga Berat Badan, Sehatkan Jantung dan Lawan Kanker
Baca juga: Dharma Wanita di Majene Minta Suami Dukung Istri Periksa Kanker Serviks dan Payudara, Ada Apa?
Sehari-hari Mori hanya dapat terbaring lemah, seluruh aktivitas hidupnya hanya dapat dilakukan dengan bantuan orang lain.
Mori diketahui tidak lagi memiliki sanak keluarga.
Hidupnya bergantung pada Rusli dan sejumlah tetangga yang bergantian merawat.
"Tiga bersaudara, yang lain sudah tidak ada, sekarang sudah sebatang kara, jadi untuk makan, mandi dan buang kotoran harus dibantu, gantian warga merawat," kata Rusli kepada wartawan.
Rusli menceritakan awal mula Mori menderita penyakit beberapa tahun lalu saat berada di Malaysia.
Mori baru meminta dibawa ke klinik untuk memeriksakan diri usai merasakan sakit tak tertahankan di dada.
Sesampainya di klinik, dokter yang melakukan pemeriksaan menyarankan agar segera operasi.
Dokter menyampaikan jika penyakit yang diderita Mori sudah parah.
“Kata dokter, sakitnya sudah lama hanya saja tidak cepat diperiksakan, jadi kondisinya sudah parah. Waktu itu disarankan agar segera operasi namun biayanya cukup banyak," ujar Rusli.
Namun sayang, saran dokter untuk segera operasi tidak dilakukan karena keterbatasan biaya.
Rusli lalu memutuskan membawa Mori pulang ke Indonesia.
| Bocah 12 Tahun Kepergok Diduga Hendak Mencuri di Warung Polman, Bawa Sajam dan Anak Busur |
|
|---|
| 2 Gitar Yamaha Senilai Rp1,6 Juta Dicuri OTK dari Sekolah Rakyat di Binuang Polman |
|
|---|
| Dulu Tukang Becak, Kisah Supardi Sukses Jadi Produsen Kerupuk Omzet Jutaan Rupiah di Polman |
|
|---|
| Sering BAB Sembarang Tempat Polisi dan Petugas Puskesmas Amankan ODGJ di Mapilli Polman |
|
|---|
| Sungai di Kelurahan Darma Polman Dikeruk Sepanjang 300 Meter untuk Atasi Banjir |
|
|---|