Kamis, 21 Mei 2026

Polman

Warga Batetangnga Polman Patungan Demi Perbaiki Jalan Sepanjang 150 Meter

Kepala dusun Lamu'tu Hamri mengatakan, karena anggaran terbatas, jalan yang terputus hanya dikerjakan satu sisi saja.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Warga Batetangnga Polman Patungan Demi Perbaiki Jalan Sepanjang 150 Meter
Istimewa/istimewa
Warga Dusun Pamu'tu, Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Polman, bergotong royong mengecor jalan rusak secara swadaya agar akses kendaraan tetap bisa dilalui. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Pamu'tu, Desa Batetangnga, Polman, swadaya memperbaiki jalan rusak sepanjang 150 meter yang sulit dilalui saat hujan karena licin dan berlumpur.
  • Perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong menggunakan dana swadaya warga, namun pengerjaan terhenti sementara akibat kekurangan material seperti semen, pasir, dan kerikil.
  • Pemerintah desa berharap ada solusi terkait status kawasan hutan lindung agar jalan dapat dibangun secara penuh dan akses warga menjadi lebih baik.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN-Warga Dusun Pamu'tu Desa Batetangnga Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terpaksa swadaya memperbaiki jalan desa, Kamis (21/5/2026).

Warga gotong royong mengecor jalan sepanjang 150 meter yang sempat terputus ini.

Jalan menuju dusun Pamu'tu ini tidak dikerjakan karena masuk dalam kawasan hutan lindung. 

Baca juga: Anggota DPRD Mamuju Tengah Minta Pemkab Segera Tangani Warga Terdampak Banjir

Baca juga: Kunci Jawaban PJOK Kelas 4, Memahami Konsep Gerak Permainan Target

Jika hujan deras, jalan semakin rusak, karena struknya masih tanah merah, licin dan becek.

Belum lagi kondisi jalan mendaki dan memiliki dua tikungan tajam berbentuk S.

Sehingga pada saat hujan jalan sangat licin dan sulit dilalui kendaraan.

Warga gotong royong melakukan pengerjaan jalan. 

Sumber dana yang digunakan berasal dari swadaya warga dan ada sebagian dari pihak lain.

Kepala dusun Lamu'tu Hamri mengatakan, karena anggaran terbatas, jalan yang terputus hanya dikerjakan satu sisi saja.

“Kita kerjakan untuk kendaraan motor saja yang bisa lewat, lebarnya sekitar satu meter,” kata Hamri.

Dia menyebut saat ini pembangunan jalan terpaksa dihentikan sementara waktu. 

Masyarakat kekurangan bahan material, membutuhkan semen, pasir, dan kerikil. 

Warga berharap ada bantuan dari pihak manapun agar pembuatan jalan terputus dapat rampung 100 persen.

"Nanti kalau sudah ada lagi material baru kita lanjut kerjakan lagi jalannya, semoga ada kasihan donatur atau orang lain yang bisa menyumbang,” lanjutnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved