Sabtu, 30 Mei 2026

Pendidikan

Demonstrasi Anarkis, Cederai Budaya Malaqbi Sulawesi Barat

Ketika demonstrasi berujung ricuh, bukan hanya fasilitas publik yang terbakar, tetapi juga nilai-nilai Malaqbi yang kita junjung.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Demonstrasi Anarkis, Cederai Budaya Malaqbi Sulawesi Barat
Istimewa
Gubernur Sulawesi Barat Dr H Suhardi Duka 

Oleh: Suhardi Duka

DEMONSTRASI adalah hak konstitusional. Namun, ketika penyampaian aspirasi berubah menjadi aksi anarki, luka yang ditinggalkan tak hanya berupa puing-puing bangunan, tetapi juga robeknya harmoni sosial, hilangnya kepercayaan publik, dan tercorengnya martabat daerah.

Bagi masyarakat Mandar, filosofi Malaqbi bukan sekadar simbol—ia adalah kompas moral yang menuntun laku hidup.

Nilai-nilai luhur sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) adalah napas kehidupan orang Mandar.

Leluhur kita mengajarkan: “Perselisihan diselesaikan di Baruga, bukan di jalanan; dengan musyawarah, bukan dengan api dan batu.”

Ketika demonstrasi berujung ricuh, bukan hanya fasilitas publik yang terbakar, tetapi juga nilai-nilai Malaqbi yang kita junjung.

Kita seperti membakar rumah sendiri, tak hanya bangunannya hancur, tetapi nama baik, peluang, dan masa depan anak cucu kita turut menjadi abu.

Tiga Luka Anarki yang Mengancam Masa Depan Sulawesi Barat

1. Luka Ekonomi – Tertutupnya Pintu Kemajuan

Setiap kerusuhan menggerus stabilitas ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat pada tahun ini mencapai 5,21 persen dan diproyeksikan terus membaik.

Namun, potensi ini terancam terhenti jika kerusuhan terus berulang.

Investor akan kehilangan kepercayaan. Pelaku UMKM merugi, distribusi barang tersendat, dan proyek-proyek strategis bisa mangkrak.

APBD yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat, akhirnya dialihkan untuk memperbaiki kerusakan akibat aksi anarkis.

Ini adalah kemunduran yang mahal dan tidak produktif.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved