Rabu, 6 Mei 2026

Lipsus Pendidikan Pasangkayu

Peduli Anak Pemkab Pasangkayu Kembalikan 400 ATS Kembali Bersekolah

penanganan tidak hanya sebatas mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga dilakukan melalui sosialisasi kepada anak dan orang tua

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Peduli Anak Pemkab Pasangkayu Kembalikan 400 ATS Kembali Bersekolah
Tribun-Sulbar.com/Taufan
PENDIDIKAN PASANGKAYU - Wakil bupati Pasangkayu Herny Agus berbicara soal angka pendidikan di Pasangkayu saat ditemui di kantor Bupati Pasangkayu pada Senin (4/5/2026). 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Pemerintah Kabupaten Pasangkayu mulai mempercepat langkah penanganan tingginya angka anak putus sekolah yang terjadi pada 2025.

Wakil Bupati Pasangkayu, Herny Agus, menegaskan pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mengatasi persoalan tersebut, termasuk memastikan anak-anak kembali mendapatkan akses pendidikan.

“Sekarang ini sudah kurang lebih 400 anak tidak sekolah (ATS) yang berhasil kami kembalikan ke sekolah,” ujar Herny saat ditemui di Kantor Bupati Pasangkayu, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: Kondisi Ekonomi Keluarga Membuat Anak di Pasangkayu Memilih Bekerja Ketimbang Sekolah

Baca juga: PUPR Pasangkayu Alokasikan Rp60 Miliar Infrastruktur Termasuk Jalan ke Sekolah

Ia menjelaskan, upaya penanganan tidak hanya sebatas mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga dilakukan melalui sosialisasi kepada anak dan orang tua terkait pentingnya pendidikan.

Menurut Herny, pendekatan ini penting agar kesadaran masyarakat meningkat dan kasus putus sekolah tidak terus berulang.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat penanganan. Upaya ini melibatkan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Keluarga Berencana (KB), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), hingga Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pasangkayu, Henrik, menyebut pendataan anak putus sekolah dilakukan secara menyeluruh mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
“Pendataan ini penting agar penanganannya tepat sasaran,” jelasnya.

MBG - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), berubah jadi superhero saat mengantarkan MBG ke sekolah, Selasa (3/2/2026).
MBG - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), berubah jadi superhero saat mengantarkan MBG ke sekolah, Selasa (3/2/2026). (Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli)

Henrik menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada pendataan, tetapi juga berupaya mengembalikan anak-anak tersebut ke bangku pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Di sisi lain, Herny juga menekankan bahwa data angka putus sekolah yang ada saat ini akan kembali diverifikasi.

“Kami akan cek lagi apakah data tersebut benar adanya, supaya penanganannya lebih akurat,” tambahnya.

Angka anak putus sekolah di Pasangkayu pada 2025 mencapai 7.389 kasus, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 5.272 anak.

Pemerintah daerah pun memastikan akan terus mendorong berbagai langkah konkret agar angka tersebut bisa ditekan dan anak-anak di Pasangkayu tetap mendapatkan hak pendidikan mereka. 

Kepala Dinas Sosial Pasangkayu, Elsi mengatakan dari total 16.390 jiwa, terdapat sekitar 4.435 kepala keluarga (KK) di Pasangkayu masuk dalam kategori miskin. 

Data tersebut mengacu pada penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
 
Maka tak heran, tingginya angka anak putus sekolah di Kabupaten Pasangkayu pada 2025 tak lepas dari persoalan ekonomi keluarga yang masih membelit sebagian masyarakat.

Jumlah anak putus sekolah di Pasangkayu melonjak dari 5.272 kasus pada 2024 menjadi 7.389 kasus pada 2025, atau bertambah 2.117 anak. 

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved