Senin, 1 Juni 2026

Pasangkayu

Setelah Sempat Antre Berhari-hari, Truk Bongkar Muat Sawit di Pasangkayu Sudah Lancar

Petani berharap kondisi lancarnya antrean di pabrik dapat terus dipertahankan sehingga hasil panen

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Setelah Sempat Antre Berhari-hari, Truk Bongkar Muat Sawit di Pasangkayu Sudah Lancar
Taufan/Taufan
ANTREAN TRUK-Truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit antre di area pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Pasangkayu. Dalam empat hari terakhir, antrean panjang yang sebelumnya dikeluhkan sopir karena harus menunggu hingga tiga hari tiga malam mulai terurai, sehingga proses bongkar muat berjalan lebih lancar. Selain itu, harga sawit di Pasangkayu juga mulai mengalami kenaikan hingga menembus Rp2.000 per kilogram, Senin (1/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Antrean panjang truk pengangkut sawit di PKS PT Toscano, Pasangkayu, mulai terurai. Sopir kini tidak lagi harus menunggu hingga tiga hari untuk membongkar muatan.
  • Lancarnya proses penerimaan TBS membuat kualitas buah sawit lebih terjaga dan mengurangi kerugian akibat penyusutan berat maupun pembusukan buah.
  • Perbaikan antrean terjadi bersamaan dengan kenaikan harga sawit yang kini menembus Rp2.000 per kilogram, sehingga meningkatkan optimisme petani dan sopir angkutan sawit di Pasangkayu.

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Antrean panjang truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sebelumnya dikeluhkan sopir dan petani di Kabupaten Pasangkayu kini mulai terurai.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (1/6/2026), aktivitas bongkar muat di pabrik kelapa sawit (PKS) PT Toscano berjalan lebih lancar dibanding beberapa pekan sebelumnya.

Jika sebelumnya sopir harus menunggu hingga tiga hari tiga malam untuk mendapatkan giliran membongkar muatan, dalam empat hari terakhir antrean panjang tidak lagi terlihat di area pabrik.

Baca juga: Petani Bernafas Lega, Harga TBS Sawit di Mamuju Tengah Kini Tembus Rp2.000 per Kilogram

Baca juga: Libur Hari Lahir Pancasila, Wisata Batu Alam Pasangkayu Dipadati Ratusan Pengunjung

Sejumlah truk yang datang dapat langsung masuk sesuai jadwal tanpa harus berhari-hari mengantre di sekitar pabrik maupun timbangan pengepul.

Salah satu sopir truk sawit, Galib, mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa waktu lalu.

Menurutnya, antrean yang sempat mengular hingga menyebabkan sopir bermalam berhari-hari di dalam kendaraan kini sudah tidak terjadi lagi.

“Alhamdulillah sudah lancar. Biasanya kami bisa menunggu sampai tiga hari baru dapat giliran bongkar, sekarang sudah tidak lagi seperti itu,” ujar Galib saat ditemui di Pasangkayu, Senin.

Ia mengatakan, berkurangnya antrean membuat sopir lebih nyaman bekerja karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk kebutuhan selama menunggu.

Selain itu, kualitas buah sawit yang diangkut juga lebih terjaga karena dapat segera masuk ke pabrik setelah dipanen dan diangkut dari kebun.

Sebelumnya, banyak sopir mengeluhkan lamanya antrean karena menyebabkan buah sawit mengalami penyusutan berat dan penurunan kualitas.

Bahkan tidak sedikit tandan buah segar yang mulai membusuk akibat terlalu lama menunggu giliran bongkar.

Kondisi tersebut berdampak pada kerugian petani maupun sopir karena berat timbangan berkurang dan sebagian buah berisiko ditolak pabrik.

Namun, seiring lancarnya proses penerimaan buah di PT Toscano dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran tersebut mulai berkurang.

Galib juga mengaku senang karena perbaikan kondisi antrean terjadi bersamaan dengan naiknya harga sawit di Pasangkayu.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved